Ekonomi

AP II Perkirakan Penerbangan Internasional akan Meningkat

095833600-1588856536-830-556.jpg


Kebangkitan rute internasional terkait dengan dibukanya penerbangan umroh.

TERDEPAN.id, JAKARTA – PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) memperkirakan penerbangan internasional akan segera meningkat. Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan khususnya peningkatan tersebut diprediksi akan terjadi pada dua bulan terakhir tahun ini yakni November dan Desember.


“Kebangkitan rute internasional salah satunya terkait dengan sudah dibukanya penerbangan umroh mulai 1 November 2020,” kata Awaluddin dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (3/11).


Awaluddin mengatakan, dengan dibukanya kesempatan WNI untuk beribadah umroh merupakan kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia. Dia memastikan, AP II berkomitmen menjaga kepercayaan tersebut dengan kelancaran proses keberangkatan, kedatangan, dan penerapan protokol kesehatan di Bandara Soekarno-Hatta.


Dia menambahkan, secara kumulatif pada Januari hingga Oktober 2020 jumlah penumpang di seluruh bandara AP II sebanyak 29,44 juta orang. “Sepanjang 2020, di tengah melandanya pandemi ini, jumlah penumpang di bandara AP II diperkirakan mencapai 35 hingga 40 juta penumpang,” ungkap Awaluddin.


Di sisi lain, Awaluddin menilai kebijakan pemerintah memberikan stimulus passenger service charge (PSC) merupakan faktor lain yang mendorong meningkatnya lalu lintas penerbangan pada Oktober 2020. Lewat stimulus ini, penumpang pesawat tidak perlu membayar PSC untuk penerbangan domestik di lima bandara AP II sehingga harga tiket penerbangan dapat lebih rendah.


Kelima bandara itu adalah Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Kualanamu, Banyuwangi, dan Silangit. Awaluddin mengatakan, kelima bandara tersebut menyumbang sekitar 60 persen hingga 70 persen dari total jumlah penumpang di 19 bandara AP II.


“Keputusan pemerintah memberikan stimulus PSC kelima bandara itu dalam rangka program Pemulihan Ekonomi Nasional [PEN], sangat tepat. Kami berterima kasih kepada pemerintah atas stimulus ini,” tutur Awaluddin.

BACA JUGA :  Pupuk Indonesia: Penurunan harga gas beri efisiensi ongkos produksi





Sumber

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Ke Atas