Dunia

AS akan hapus program perlindungan imigran DACA dalam enam bulan

US-Shelter-MigrantChildren-Protests-02022020.jpg


Tidak pernah sekalipun mereka menyebut bahwa program ini sesuai aturan hukum. Mereka hanya tidak menyukai dasar usulan serta prosedur yang kami lakukan,

Washington (ANTARA) – Pemerintah Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk menghentikan program perlindungan imigran ilegal yang masuk ke negara itu ketika anak-anak, DACA (Deferred Action for Childhood Arrivals), dalam enam bulan ke depan.

Pemerintahan Presiden Donald Trump melihat program tersebut tak sesuai hukum, dan Mahkamah Agung AS juga tidak menolak akan hal ini, demikian menurut Pejabat Menteri Keamanan Dalam Negeri Chad Wolf dalam wawancara dengan NBC, Minggu (21/6).

“Tidak pernah sekalipun mereka menyebut bahwa program ini sesuai aturan hukum. Mereka hanya tidak menyukai dasar usulan serta prosedur yang kami lakukan,” kata Wolf.

BACA JUGA :  Wakil Ketua DPR: TNI-Polri Harus Dilibatkan di PSBB Jakarta

Sebelumnya, pada Kamis (18/6) pekan lalu, Mahkamah Agung AS menghambat upaya Trump untuk menutup kebijakan DACA yang digagas tahun 2012 oleh mantan presiden periode sebelumnya, Barack Obama. Tercatat sekitar 649.000 imigran terlindung dari deportasi dengan program itu.

Keputusan mahkamah diambil sejalan dengan keputusan pengadilan rendah yang menyatakan bahwa langkah Trump pada 2017 untuk mengakhiri program itu justru tak sesuai hukum–namun tidak menghalangi pihaknya mencoba lagi upaya tersebut.

Pada Sabtu (20/6), Trump mengatakan pemerintahannya akan mengajukan kembali rencana penghapusan kebijakan DACA, namun tidak menyertakan rincian lebih lanjut.

BACA JUGA :  Hasto: Pelemparan Molotov ke Kantor PDIP Tindakan Pengecut

Sementara dalam wawancara lain dengan CBS, Wolf menyebut pihaknya akan tetap memperbaharui visa untuk para imigran di bawah program itu selagi mencari jalan untuk mengakhirinya secara permanen.

Dia menambahkan bahwa Trump telah mengarahkan kementerian untuk mengikuti dengan saksama peraturan yang dikeluarkan Mahkamah Agung AS serta kemungkinan mengajukan usulan penghapusan kebijakan dengan dasar yang berbeda.

Sumber: Reuters
Baca juga: Para imigran di AS bersembunyi karena takut penggerebekan massal

Baca juga: Pengadilan perintahkan pemerintahan Trump kembalikan program DACA

Baca juga: Ribuan warga AS kembali protes Trump pisahkan keluarga imigran

Penerjemah: Suwanti
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2020



Sumber

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Ke Atas