Sport

AS buka pusat pelatihan Olimpiade setelah ditutup akibat COVID-19

Screenshot_20200619-101254_Samsung-Internet.jpg


Jakarta (ANTARA) – Komite Olimpiade dan Paralimpiade Amerika Serikat (USOPC) akan membuka kembali dua pusat pelatihan elitnya bulan ini saat organisasi tersebut bangkit dari penutupan akibat virus corona, kata pejabatnya, Kamis waktu setempat.

Kepala Eksekutif USOPC Sarah Hirshland mengatakan, pusat pelatihan di Colorado Springs dan Lake Placid akan menyambut kelompok-kelompok kecil atlet mulai 26 Juni.

“Kami akan mulai dari kecil, kami akan mulai perlahan, dan kami akan meningkat saat kami merasa yakin dengan sistem kami dan dalam protokol keselamatan kami di dua lokasi itu,” kata Hirshland kepada wartawan seperti dikutip AFP, Jumat.

Baca juga: World Athletics larang latihan berat selama masa pandemi

Baca juga: Olimpiade diundur, pelatih tak ubah program latihan Praveen/Melati

Sementara itu, Hirshland memperingatkan bahwa USOPC sudah menyusun rencana darurat jika Olimpiade Tokyo tahun depan, yang ditunda dari 2020, tidak digelar.

“Ini akan membutuhkan tambahan dan pemotongan finansial yang signifikan terhadap organisasi,” kata Hirshland mengingatkan.

BACA JUGA :  Australia tingkatkan pengeluaran pertahanan berfokus pada Indo-Pasifik

“Kami sedang menyiapkan untuk skenario itu dan menempatkan diri kami sendiri dalam posisi mampu menghadapi badai yang sangat disayangkan itu jika itu terjadi.”

USOPC sudah sangat terpukul oleh pandemi COVID-19, memberhentikan 51 staf dan mencutikan 33 karyawan dalam usaha memangkas biaya 12,5 persen.

Baca juga: Dewan Olimpiade Tokyo munculkan opsi perpanjangan penundaan

Baca juga: Angkat besi terancam absen Olimpiade akibat korupsi

Sementara itu mengenai masalah protes atlet, Hirshland mengatakan, USOPC masih dalam proses memformulasikan kebijakan dalam konsultasi dengan atlet.

USOPC menghadapi kritik setelah menegur atlet lontar martil Gwen Berry dan anggar Race Imboden dalam Pan-American Games di Lima tahun lalu.

“Kami 100 persen jelas dengan komitmen kami untuk kesetaraan ras, kesetaraan secara keseluruhan dan inklusi berbasis luas,” kata Hirshland.

“Apapun yang terbukti menjadi penghalang untuk itu adalah sesuatu yang perlu kami lihat dan kami perlu memastikan bahwa kami menghilangkan hambatan.

BACA JUGA :  WHO catat rekor kenaikan harian kasus corona global

“Kami akan mendengar semua suara dan bersama-sama dengan komunitas atlet kami, kami akan menghasilkan perspektif dan menjawab pertanyaan itu.”

Namun Hirshland menolak untuk mengatakan apakah USOPC akan mendukung sanksi IOC terhadap atlet AS yang memprotes di Tokyo tahun depan.

“Saya tidak akan berspekulasi terhadap apa yang akan kami lakukan dalam skenario dan keadaan tertentu,” kata Hirshland.

“Kami jelas pada posisi kami, kami berkomitmen untuk atlet kami, untuk mengevaluasi dan mendiskusikan perspektif kami terhadap isu tersebut.

“Kami bermaksud untuk melakukan itu secara global dan dalam kemitraan dengan IOC tapi saya tidak akan berspekulasi tentang apa hasil yang mungkin terjadi.”

Baca juga: Panpel Olimpiade Tokyo masih berusaha amankan penggunaan kampung atlet

Baca juga: 80 persen arena telah dipastikan untuk Olimpiade tahun depan

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020



Sumber

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Ke Atas