Sport

Batasi alokasi ban belakang, Dakar 2021 tekankan aspek keselamatan

Batasi alokasi ban belakang, Dakar 2021 tekankan aspek keselamatan


Jakarta (ANTARA) – Panitia penyelenggara Dakar 2021 menekankan aspek keselamatan di ajang reli tahunan tersebut, salah satunya dengan melakukan perubahan regulasi yang membatasi jumlah ban belakang yang boleh digunakan pebalap kategori sepeda motor.

Di tahun keduanya menjelajahi gurun Arab Saudi, para pereli diberi jatah hanya enam ban belakang di sepanjang 12 etape.

Seperti yang disampaikan CEO Dakar David Castera, keputusan itu diambil untuk menjawab dilema di dunia balap, ketika para pebalap ingin memaksimalkan kekuatan tunggangan mereka sedangkan penyelenggara ingin meningkatkan aspek keselamatan bagi para kompetitor.

Di Dakar tahun lalu Paulo Goncalves dan Edwin Straver meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di kategori sepeda motor.

“Sepeda motor jelas melaju terlalu cepat sekarang,” kata Castera seperti dikutip laman resmi Dakar, Jumat.

Baca juga: Reli Dakar 2021 siap taklukkan ganasnya gurun pasir Arab Saudi

“Hari ini mesin silinder tunggal 450cc secepat siliner ganda 800cc dari akhir tahun 1980-an, dan mereka bahkan berakselerasi lebih cepat.

Castera mengatakan terdapat dua pendekatan yang dilakukan untuk meningkatkan aspek keselamatan.

Salah satunya adalah dari segi perlengkapan.

BACA JUGA :  Microsoft resmikan konsol game Xbox Series X, pesaing PS5

“Keselamatan aktif adalah soal meningkatkan perlengkapan yang digunakan, sebagai contohnya, mewajibkan penggunaan (rompi) airbag, sedangkan keselamatan pasif bisa ditingkatkan dengan membatasi kecepatan dari para pengendara dan peraturan serupa.

“Tentunya, kami akan harus membatasi kekuatan mesin cepat atau lambat, tapi untuk sekarang saya lebih memilih bekerja untuk membawa reli ini ke semangat tulennya.

“Terlalu banyak pebalap yang ingin mengendara layaknya balapan motorcross, tapi reli ini benar-benar berbeda. Fokusnya adalah ketahanan dan stamina.

Itulah kenapa navigasi kembali menempati faktor utama di Dakar edisi ke-43 tersebut.

Baca juga: Dakar kembali jelajahi gurun Arab Saudi pada 2021 dengan rute baru

“Tancap gas penuh di medan berbatu tidak lagi menjadi opsi bagi setiap yang ingin memenangi balapan ini,” kata dia.

“Mereka harus merawat perlengkapan mereka agar bisa finis.”

Meski demikian, juara bertahan Ricky Brabec dari tim Honda tidak sepakat dengan keputusan tersebut.

“Saya tidak setuju dengan peraturan baru itu, saya rasa mereka lebih berbahaya dan lebih buruk dari sebelumnya,” kata pebalap yang mengakhiri 18 tahun dominasi KTM itu.

“Jika kami memiliki enam ban untuk 12 hari balapan, kami harus melaju dengan ban yang rusak tanpa bisa menurunkan kecepatan…. saya rasa, tidak peduli apa yang mereka coba, kami akan pelan di kompetisi ini,” kata pebalap Amerika Serikat itu seperti dikutip Reuters.

BACA JUGA :  Ajang-ajang pemanasan Australian Open dibatalkan akibat COVID-19

Para pebalap juga akan mendapatkan peringatan audio sebelum mereka mendekati area berbahaya yang ada di rute setiap etape.

Aturan baru juga melarang para pebalap melakukan perbaikan minor di jendela 15 menit saat pengisian ulang bahan bakar.

Dakar 2021 menjadi edisi ke-43 reli ketahanan yang bermula pada 1978 menempuh Paris, Prancis menuju Dakar, ibukota Senegal.

Edisi 2008 Dakar ditiadakan karena alasan keamanan di Mauritania, sehingga mulai 2009 hingga 2019 Dakar digelar di daratan Amerika Selatan sebelum tahun lalu memulai babak ketiganya di Timur Tengah.

Baca juga: Para juara Dakar 2020 yang taklukkan medan tandus dan gurun Arab Saudi

Baca juga: Sainz raih gelar ketiganya di Dakar

Baca juga: Ukir sejarah, Brabec pebalap AS pertama juarai Dakar

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021



Sumber
Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Ke Atas