Ekonomi

BNI Syariah Targetkan Penjualan ST007 Rp 75 Miliar

bni-syariah-menawarakan-sukuk-tabungan-seri_201113185251-763.jpg


BNI Syariah menggunakan berbagai media untuk menarik minat investor ritel.

TERDEPAN.id, JAKARTA — BNI Syariah menargetkan penjualan Sukuk Tabungan seri ST007 sebesar Rp 75 miliar. Instrumen inovatif ini memberikan imbalan bersifat mengambang.


Deputy General Manager Retail Fund Division BNI Syariah, Irvan Satya menyampaikan, untuk mencapai target penjualan BNI Syariah mempunyai strategi pemasaran. Antara lain melalui media publikasi online seperti melalui peran influencer, digital marketing, digital flyer atau poster, video edukasi hingga media publikasi lainnya seperti website maupun media luar ruang.


BNI Syariah berkomitmen mendukung program pemerintah dalam mengembangkan pasar keuangan syariah ini yakni Green Sukuk Ritel Sukuk Tabungan seri ST007. “Instrumen ini merupakan pembiayaan inovatif dan berkelanjutan karena berkontribusi dalam mengatasi perubahan iklim,” kata Ivan, Jumat (13/11).

BACA JUGA :  Siapa yang Jadi Bank Jangkar Bagi BPRS?


Irvan menjelaskan, BNI Syariah secara resmi telah ditunjuk oleh Kementerian Keuangan sebagai salah satu mitra distribusi penjualan Sukuk Tabungan seri ST007. Sukuk Tabungan seri ST007 mempunyai kelebihan dan daya tarik yaitu imbalannya yang bersifat mengambang (floating with floor).


Kepala Sub Direktorat Analisis Keuangan dan Pasar SBSN Kementerian Keuangan, M Naufal Aminuddin mengatakan, penjualan Sukuk Tabungan seri ST007 merupakan bagian dari upaya pemerintah memberikan alternatif investasi. Terutama investor domestik terutama individu.

BACA JUGA :  Sebut Ekonomi RI Lebih Baik, Jokowi: Insya Allah Recovery


“Sukuk Tabungan seri ST007 aman dan terjangkau serta memberikan alternatif investasi menguntungkan untuk masyarakat,” kata dia.


Selain sebagai instrumen investasi, Sukuk Tabungan seri ST007 juga sebagai sarana partisipasi untuk mendukung pembangunan nasional dan pelestarian lingkungan. Seluruh dana penerbitan Green Sukuk ini digunakan mendanai eligible green projects atau proyek ramah lingkungan senilai maksimum Rp 3,5 triliun. Sektor yang dibiayai di antaranya adalah terkait sustainable transportation dan sektor yang memiliki daya tahan terhadap perubahan iklim.


 





Sumber

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Ke Atas