Life Style

Facebook Uji Coba Fitur Keamanan Baru di Messenger

facebook-messenger-ilustrasi-_160703110242-700.jpg


Fitur keamanan akan meminta autentikasi sebelum memberi akses ke obrolan Messenger.

TERDEPAN.id, JAKARTA — Facebook dilaporkan sedang bereksperimen dengan fitur baru untuk aplikasi iOS Messenger-nya. Fitur baru ini dimaksudkan untuk menambah perlindungan terhadap privasi pengguna dengan autentikasi Touch ID, Face ID atau kode sandi, sebelum mengakses percakapan.

Saat diaktifkan, fitur ekperimental itu akan meminta autentikasi sebelum memberikan akses ke obrolan Messenger dan akan menggunakan metode autentikasi yang sama yang saat ini digunakan untuk membuka kunci ponsel itu sendiri.

Dikutip dari Phone Arena, Selasa (16/6), App Lock, demikian sebutannya, juga memungkinkan pengguna untuk mengatur kapan Face ID dibutuhkan, dengan opsi 1 menit, 15 menit hingga 1 jam.

BACA JUGA :  Ahli Ingatkan Masyarakat Perhatikan Nutrisi Hadapi Era AKB

“Kami ingin memberi orang lebih banyak pilihan dan kontrol untuk melindungi pesan pribadi mereka, dan baru-baru ini, kami mulai menguji fitur yang memungkinkan Anda membuka kunci aplikasi Messenger menggunakan pengaturan perangkat Anda. Ini merupakan lapisan privasi tambahan untuk mencegah orang lain mengakses pesan Anda,” ujar juru bicara Facebook kepada Engadgetdikutip Selasa.

Fitur keamanan App Lock Facebook Messenger saat ini sedang diuji coba pada beberapa pengguna iOS, yang kemungkinan akan tersedia di semua platform nantinya, jika mendapat respons positif.

BACA JUGA :  3 Astronaut Pulang dari ISS ke Bumi di Tengah Pandemi

Facebook baru-baru ini didenda oleh lembaga penegak hukum Kanada, Canada’s Competition Bureau (CCB), sebesar 6,5 juta dolar AS. Menurut CCB, Facebook telah membagikan data pribadi pengguna kepada pengembang pihak ketiga. Facebook membantah tuduhan itu, namun setuju untuk membayar denda.

Sebelumnya, perusahaan milik Mark Zuckerberg itu juga didenda oleh AS, Inggris, Australia dan sejumlah negara lainnya atas kasus Cambridge Analytica, di mana data pribadi 87 juta pengguna diambil oleh perusahaan analitik melalui survei online.

sumber : Antara





Sumber

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Ke Atas