Politik

Golkar Sebut Airlangga Andalkan Rekam Jejak Bukan Pencitraan, Ini Kata Nasdem

Golkar Sebut Airlangga Andalkan Rekam Jejak Bukan Pencitraan, Ini Kata Nasdem


Golkar menilai elektabilitas bukanlah sebagai penentu.

TERDEPAN.id,JAKARTA — Partai Golkar mengandalkan rekam jejak dalam mengusung Airlangga Hartarto sebagai capres. Golkar tak ingin mengandalkan capres hanya dari popularitas tanpa rekam jejak yang terbukti.


Menanggapi hal tersebut, Waketum NasDem, Ahmad Ali tak merasa disinggung oleh Golkar. Sebab, NasDem mengusung Anies Baswedan sebagai Capres yang memiliki elektabilitas dan popularitas tinggi.


“Mungkin yang dia maksud bukan dari NasDem, mungkin calon yang lain. Dan ngapain kita permasalahkan lah,” kata Ali saat dihubungi, Selasa (24/1/2023).


Ali mengatakan, sudah tugas Airlangga sebagai Menko Perekonomian untuk bekerja. Sehingga wajar, apabila Golkar berpandangan bahwa capresnya saat ini sibuk kerja bukan pencitraan.


“Kalau Pak Airlangga hari ini sibuk ngurus kerja karena dia menteri. Jadi tugasnya dia kerja dulu lah karena tanggung jawab dia,” ujar Ali.


Namun, NasDem menegaskan, antar sesama parpol sebagaiknya tidak saling serang dan sindir. Namun saling mengharai satu sama lain.

BACA JUGA :  BNI Syariah Targetkan Penjualan ST007 Rp 75 Miliar


Sebab, tujuan menjadi capres adalah sama-sama untuk melayani masyarakat dan memajukan bangsa dan negara Indonesia. 


“Tapi sebaiknya masing-masing kita tidak usah ribut-ribut, kita saling menghargai saja,” ujar dia.


Diberitakan sebelumnya, Partai Golkar tak menjadikan elektabilitas menjadi prioritas Capres di Pemilu 2024. Terlebih, Ketum Golkar Airlangga Hartarto disebut saat ini lebih fokus kerja ketimbang meningkatkan citra.


Golkar menegaskan, Airlangga saat ini tengah fokus lebih dulu membenahi perekonomian Indonesia. 


“Pak Airlangga itu fokus kerja, jadi tidak seperti orang lain yang sibuk dengan pencitraan. Tren elektabilitasnya juga kalau kita lihat dari waktu ke waktu kan naik,” kata Ketua DPP Partai Golkar Lamhot Sinaga saat dihubungi, Senin (23/1/2023).


Menurut Lamhot, elektabilitas bukanlah sebagai penentu pemenangan di Pemilu 2024. Angka survei menjadi lebih penting, katanya, setelah para Capres sudah resmi terdaftar di KPU.


“Kalau sudah terdaftar kan ada keterbatasan pilihan, kalau sekarang kan banyak pilihan, maka angkanya tersebar ke mana-mana, dan patut diingat Airlangga tidak punya dosa politik,” ujar Anggota Komisi VII DPR ini.

BACA JUGA :  Pilkada Momentum Generasi Muda Lebih Kritis Pilih Pemimpin


Lamhot yakin, elektabilitas Airlangga bakal terdongkrak naik. Sebab sebagai Menko Perekonomian, Airlangga telah berupaya agar Indonesia mampu memperlihatkan kinerja yang tetap impresif dan menghindari resesi. 


 “Kita tahu Pak Airlangga Ketua KPC-PEN. Ini kan buah kinerja dari Menko Perekonomian. Pertumbuhan ekonomi kita bertahan bahkan tumbuh, dan itu diakui nasional dan internasional saat G-20,” ujar Lamhot.


 Oleh karena itu di tengah tantangan resesi global ini, Lamhot berpendapat capres ke depan adalah orang yang bisa membawa bangsa keluar dari krisis global yang saat ini mendera. 


Sehingga, investasi masuk, pertumbuhan ekonomi positif, dan lapangan kerja otomastis akan bertambah. “Itulah kelebihan Pak Airlangga dibandingkan partai lain,” tambahnya.


Selain itu, Airlangga juga sangat memperhatikan terhadap ekonomi kerakyatan. Salah satu contohnya dengan menambah alokasi anggaran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga mencapai Rp128 triliun lebih.  


Kebijakan ini jelas menumbuhkan ekonomi rakyat kecil yakni tumbuh dan berkembangnnya sektor UMKM.





Sumber
Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 − one =

Trending

Ke Atas