Life Style

Inovasi Susu Kambing untuk Penuhi Kebutuhan Sufor Anak Indonesia

Inovasi Susu Kambing untuk Penuhi Kebutuhan Sufor Anak Indonesia


Susu kambing mengandung zat bioaktif alami Nukleotida.

TERDEPAN.id, JAKARTA — Susu kambing formula merupakan hasil inovasi DGC yang konsisten selama 30 tahun melakukan pencarian sumber susu pertumbuhan anak yang secara alami mendekati ASI. Principal Scientist Dairy Goat Co-operative (DGC) asal Selandia Baru, Dr. Liz Carpenter menjelaskan, susu kambing mempunyai semua nutrisi alami yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak. 


“Kami menggunakan susu kambing utuh yang tidak dibuang lemaknya. Faktanya lemak susu berkontribusi sekitar 50% sebagai sumber energi yang anak butuhkan. Dengan menggunakan susu kambing utuh, kami dapat memastikan setidaknya 45% kandungan lemak produk kami berasal dari lemak susu alami.” kata Dr. Liz di melalui siaran virtual, dikutip pada Senin (20/12). 


Inilah, kat dia, yang membedakan dengan susu lain yang lemaknya tidak dipakai dan digantikan seluruhnya dengan minyak nabati. 


Susu kambing secara alami mengandung protein A2 beta casein yang strukturnya lebih lembut dan mudah dicerna oleh anak-anak. 

BACA JUGA :  Kawah Boltysh, Dampak Meteorit di Ukraina 65 Juta Tahun Lalu


“Kemudahan dicerna ini sangat penting untuk kesehatan organ pencernaan anak-anak yang belum sempurna,” kata Dr. Liz menambahkan. 


Susu kambing juga mengandung zat bioaktif alami Nukleotida yang berperan dalam perkembangan sistem imun khususnya pembentukan antibodi pasca-vaksinasi. Inilah yang membedakannya dengan susu lain. 


“Berdasarkan hasil uji klinis yang kami lakukan terhadap 300 anak di Adelaide, Australia, anak yang minum susu kambing formula mengalami pertumbuhan berat badan yang normal dan pencernaan yang lebih sehat,” papar Dr. Liz.  


Menurut penuturan Keith Arnold selaku Farm Shareholder Service Manager DGC, sebagai negara peternakan yang alami, pemerintah Selandia Baru mempunyai aturan yang ketat tentang kesejahteraan hewan. DGC sendiri menerapkan kode praktis peternakan yang lebih ketat dari itu, bahkan sudah menjadi patokan standar kelas dunia. 


“Perjalanan susu kambing formula Karihome mulai dari pemerahan susu, produksi, hingga distribusi produk semuanya dilakukan dan dikontrol sepenuhnya oleh Dairy Goat Co-operative (DGC), New Zealand. Pabrik kami dibangun khusus hanya untuk membuat susu kambing formula,” ujarnya.

BACA JUGA :  Pentingnya Digitalk untuk Dorong Literasi Digital dan Entrepreneurship Bagi UMKM


Pada akhirnya, susu kambing formula untuk anak pertama di Indonesia pun diluncurkan. Karihome, resmi diluncurkan akhir pekan kemarin. Di tengah suasana pandemi, acara peluncuran dilakukan secara virtual dan diikuti oleh ibu-ibu dari rumah. Meski demikian, acara tersebut dikemas dengan menarik dan edukatif dengan menghadirkan para narasumber dari dalam dan luar negeri. Karihome adalah merek keluaran Orient EuroPharma Group (OEP) yang berbasis di Taiwan, di mana proses produksi susunya 100% dilakukan oleh DGC.


Pada kesempatan yang sama Manufacturing General Manager DGC Ipu Hapi mengemukakan, proses produksi Karihome lebih ringkas dengan hanya melalui satu kali pemanasan suhu tinggi agar nutrisi alaminya tetap terjaga. Ipu juga menjelaskan, seluruh proses mulai dari pemerahan hingga pengemasan dikelola di satu tempat yang sama untuk memastikan keamanan dan kualitas produk hingga ke tangan konsumen.





Sumber
Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 × 1 =

Trending

Ke Atas