Jemaah Tunanetra Pulang Haji, Polisi Siaga Pelantikan Presiden

Jakarta, Terdepan.id — Dua wajah Indonesia terpotret dalam rentang waktu yang sama pada tahun 2026. Di Jeddah, Arab Saudi, seorang jemaah haji tunanetra as

Jemaah Tunanetra Pulang Haji, Polisi Siaga Pelantikan Presiden

Jakarta, Terdepan.id — Dua wajah Indonesia terpotret dalam rentang waktu yang sama pada tahun 2026. Di Jeddah, Arab Saudi, seorang jemaah haji tunanetra asal Indonesia, Mbah Sarjo Utomo, menanti penerbangan kepulangan dengan penuh haru pada 1 Juni lalu. Ribuan kilometer darinya, di Mapolresta Solo, Jawa Tengah, ratusan personel kepolisian menjalani apel siaga menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden yang akan digelar pada Oktober 2026. Dua peristiwa ini mengungkap keteguhan spiritual sekaligus kesiapsiagaan nasional yang berjalan beriringan.

Kisah Mbah Sarjo: Berhaji dalam Gelap, Pulang dengan Cahaya

Mbah Sarjo Utomo (72), jemaah asal Kabupaten Blitar, Jawa Timur, menjadi salah satu dari sedikit tunanetra yang berhasil menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji pada musim haji 1447 H/2026 M. Dalam potret yang dirilis oleh Media Center Haji 2026 pada 1 Juni lalu, Mbah Sarjo tampak duduk tenang di ruang tunggu Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, dengan pakaian ihram yang rapi dan ekspresi syukur yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

“Saya tidak bisa melihat Ka’bah dengan mata, tapi hati ini melihatnya. Setiap doa saya rasakan menembus langit,” ujar Mbah Sarjo seperti dituturkan oleh pendampingnya, dikutip dari laporan Media Center Haji. Perjalanan spiritualnya tidak mudah. Dengan keterbatasan penglihatan sejak lahir, ia harus sepenuhnya mengandalkan bantuan seorang pemandu yang terus mendampinginya sejak keberangkatan dari Asrama Haji Donohudan hingga kembali ke Tanah Air. Namun, tekadnya untuk menunaikan rukun Islam kelima tak pernah surut, bahkan ketika prosesi lempar jumrah di Mina harus dilakukan dengan bantuan penuh orang lain.

Kepulangan Mbah Sarjo dijadwalkan pada 1 Juni 2026 melalui Bandara Internasional King Abdulaziz bersama rombongan kloter SUB-12. Pihak Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) menyatakan kondisi kesehatannya stabil meski kelelahan fisik. Kisah Mbah Sarjo menjadi pengingat bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk mencapai kesempurnaan ibadah, sekaligus menyoroti pentingnya layanan haji ramah disabilitas yang masih perlu terus ditingkatkan oleh pemerintah.

Apel Siaga di Solo: 500 Personel Dikerahkan Amankan Pelantikan

Sementara itu, pada Jumat, 9 Oktober 2026, suasana di halaman Mapolresta Solo dipenuhi personel kepolisian yang menjalani apel persiapan pengamanan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Apel ini dipimpin langsung oleh Kapolresta Solo, menandai kesiapan penuh aparat menyambut salah satu momen terpenting dalam konstitusi nasional. Pelantikan yang dijadwalkan berlangsung di Gedung MPR/DPR namun memicu gelombang massa pendukung di berbagai daerah, termasuk Solo sebagai kampung halaman salah satu tokoh nasional, mendorong pengamanan ekstra.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, lebih dari 500 personel gabungan dari Polri dan TNI dikerahkan. Apel tersebut mencakup simulasi pengendalian massa, pengaturan lalu lintas, serta penanganan potensi gangguan keamanan. Komandan apel menegaskan bahwa “semua skenario terburuk sudah diantisipasi, namun kami berharap situasi tetap kondusif sehingga pelantikan berjalan lancar.”

Dua Sisi Kehidupan Bangsa

Meski terpisah oleh jarak dan konteks, cerita Mbah Sarjo dan apel polisi di Solo menyiratkan dua sisi kehidupan bangsa yang saling melengkapi. Di satu pihak, keteguhan individu yang tak kenal lelah mengejar panggilan ilahi; di pihak lain, kesigapan kolektif aparat negara menjaga kelangsungan demokrasi. Keduanya adalah potret Indonesia yang tengah bergerak: spiritualitas yang dalam dan stabilitas yang dijaga.

Kemenag RI melalui Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu menyatakan akan menjadikan pengalaman jemaah disabilitas seperti Mbah Sarjo sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan bimbingan dan fasilitas tahun depan. Sementara itu, Polda Jawa Tengah memastikan pola pengamanan di Solo akan direplikasi di kota-kota lain yang berpotensi menjadi titik kumpul massa. Publik kini menantikan tanggal 20 Oktober dengan harap-harap cemas sekaligus optimisme bahwa transisi kepemimpinan akan membawa angin segar.

[SOCIAL_TWEET]: Mbah Sarjo tunanetra tuntaskan haji, pulang 1 Juni. Di Solo, 500 personel siaga amankan pelantikan presiden. Dua cerita, satu Indonesia. #Haji2026 #PelantikanPresiden #SoloSiaga[SOCIAL_TG]: 🇮🇩 Mbah Sarjo, jemaah tunanetra asal Blitar, tuntaskan haji dengan hati. Sementara itu, 500+ polisi siaga di Solo demi pelantikan presiden. Dua sisi Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User