Jet Siluman Su-57 Rusia Jatuh di Dekat Moskow

Sebuah pesawat tempur siluman generasi kelima milik Rusia, Sukhoi Su-57, dilaporkan mengalami kecelakaan dan jatuh di wilayah Oblast Moskow pada Kamis, 23 Juli. Insiden ini menjadi pukulan telak bagi ...

Jet Siluman Su-57 Rusia Jatuh di Dekat Moskow

Sebuah pesawat tempur siluman generasi kelima milik Rusia, Sukhoi Su-57, dilaporkan mengalami kecelakaan dan jatuh di wilayah Oblast Moskow pada Kamis, 23 Juli. Insiden ini menjadi pukulan telak bagi program modernisasi alutsista udara Negeri Beruang Merah yang telah menelan investasi miliaran dolar dan merupakan simbol kebanggaan industri pertahanan Rusia.

Peristiwa di Langit Moskow

Menurut konfirmasi awal dari otoritas setempat, jet tempur canggih itu jatuh di area pedesaan di Oblast Moskow pada siang hari waktu setempat. Belum ada keterangan resmi mengenai kondisi pilot maupun penyebab pasti kecelakaan. Sejumlah saksi mata menyebutkan mendengar ledakan keras sebelum pesawat menghujam tanah, namun detail kronologi masih simpang siur. Tim investigasi gabungan dari Kementerian Pertahanan Rusia dan otoritas penerbangan segera diterjunkan untuk mengamankan lokasi dan mengumpulkan bukti.

Profil Sukhoi Su-57: Permata Siluman Rusia

Su-57 adalah pesawat tempur multiperan bermesin ganda yang dikembangkan oleh Sukhoi, bagian dari United Aircraft Corporation (UAC) Rusia. Dirancang sebagai jawaban atas dominasi F-22 Raptor dan F-35 Lightning II milik Amerika Serikat, jet ini mengusung teknologi stealth (siluman) yang diklaim mampu meminimalkan deteksi radar lawan. Namun, perjalanan pengembangannya tidak mulus. Proyek yang dimulai pada awal 2000-an itu menghadapi berbagai kendala teknis dan pendanaan, sehingga prototipe pertama baru terbang pada 2010 dan masuk dinas operasional terbatas pada 2020.

Jet dengan kode NATO "Felon" ini dibekali mesin Izdeliye 117 (AL-41F1) yang kelak direncanakan diganti dengan mesin generasi baru Izdeliye 30. Kemampuan supermanuver menjadi ciri khas Su-57 karena desain vektor dorong tiga dimensinya memungkinkan manuver ekstrem yang sulit ditiru pesawat tempur Barat. Dari segi persenjataan, jet ini dapat membawa rudal udara-ke-udara jarak jauh tipe K-77M serta rudal jelajah Kh-59MK2 yang disimpan dalam ruang senjata internal untuk menjaga tanda radar rendah.

Kebanggaan yang Tercoreng

Armada operasional Su-57 hingga kini masih sangat terbatas. Hingga pertengahan 2025, Rusia baru menerima sekitar dua lusin unit dari rencana total 76 pesawat yang ditargetkan rampung pada 2028. Kontrak senilai 170 miliar rubel yang diteken pada 2019 sempat memunculkan optimisme baru, tapi realitas produksi yang lambat dan sanksi teknologi pasca-krisis geopolitik membuat target tersebut meleset. Setiap unit Su-57 yang hilang, apalagi dalam kecelakaan non-tempur, langsung menggerus kekuatan tempur dan citra teknologi militer Rusia.

Analis pertahanan menilai kecelakaan ini bisa berdampak ganda. Pertama, bagi persepsi internasional, terutama negara-negara calon pembeli seperti India dan Aljazair yang selama ini mempertimbangkan akuisisi Su-57. Kedua, bagi internal Rusia sendiri, di mana program siluman merupakan tolok ukur kemampuan industri pertahanan yang sedang berjuang di bawah isolasi ekonomi.

Spekulasi Penyebab dan Langkah Lanjutan

Meski belum ada pernyataan resmi, spekulasi mengarah pada kemungkinan kegagalan sistem kendali terbang (fly-by-wire) atau masalah pada mesin yang sudah beberapa kali dikeluhkan dalam pengujian. Opsi lain, seperti kesalahan pilot atau faktor cuaca, juga belum bisa dikesampingkan. Yang pasti, setiap insiden pada jet siluman selalu memicu pertanyaan besar mengingat standar pemeliharaan dan keselamatan yang semestinya sangat ketat pada aset strategis semacam ini.

Pihak berwenang Rusia diperkirakan akan memberlakukan larangan terbang sementara bagi seluruh armada Su-57 sambil menunggu hasil investigasi. Langkah ini pernah diambil setelah kecelakaan fatal sebelumnya pada 2019, saat sebuah Su-57 jatuh di wilayah Khabarovsk akibat masalah sistem kontrol. Pengulangan insiden serupa di lokasi yang lebih dekat dengan jantung kekuasaan Rusia akan memperdalam keraguan terhadap kematangan teknologi jet tempur generasi kelima pertama Rusia itu.

Bagi Kremlin, kejadian ini datang di saat yang buruk. Ketegangan geopolitik yang terus bereskalasi menuntut modernisasi alat tempur secara cepat, namun keterbatasan anggaran dan teknologi memaksa Moskow mengambil risiko lebih besar. Insiden Su-57 di Oblast Moskow menjadi cermin bahwa lompatan teknologi tanpa fundasi industri yang kokoh akan terus menghadirkan drama berupa asap, api, dan logam yang membentur bumi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User