Digital

Kanada akan ikuti langkah Australia soal Facebook

Kanada akan ikuti langkah Australia soal Facebook


Jakarta (ANTARA) – Kanada berkomitmen untuk mengikuti langkah Australia, melalui undang-undang akan mewajibkan Facebook membayar ke penerbit untuk artikel berita yang masuk ke platform tersebut.

“Kanada ada di garis depan pertempuan ini… Kami masuk ke kelompok pertama negara-negara di dunia yang melakukan hal ini,” kata Menteri Warisan Budaya Kanada, Steven Guilbeault, dikutip dari Reuters, Jumat.

Australia sedang merencanakan undang-undang yang akan mewajibkan perusahaan seperti Facebook dan Google untuk membayar ke penerbit berita untuk artikel yang dimuat di platform mereka.

Diskusi antara Facebook dan pemerintah Australia belum menemui titik temu, jejaring sosial tersebut akhirnya memblokir konten berita dari penerbit Australia mulai pekan ini.

BACA JUGA :  Indonesia pede lebih baik dari Brisbane jadi tuan rumah Olimpiade 2032

Menurut Guilbeault, Kanada mungkin akan mengadopsi cara Australia, bahwa Facebook dan Google diminta membuat kesepakatan dengan penerbit berita soal harga artikel yang masuk ke platform media sosial mereka.

Jika tidak menemukan kesepakatan, pemerintah akan menunjuk wasit untuk menetapkan harga.

Pilihan lainnya, mengikuti cara Prancis yaitu platform media sosial berdiskusi dengan penerbit untuk remunerasi konten.

“Saya perkirakan akan ada lima, sepuluh atau lima belas negara yang mengadopsi aturan serupa. Apakah Facebook akan memutus hubungan dengan Jerman, dengan Prancis?” kata Guilbeault.

BACA JUGA :  Roro Kidul hingga Kabayan, hadir di game terbaru Garena

Organisasi media di Kanada tahun lalu menyatakan ada potensi kerugian jika tidak ada campur tangan pemerintah. Menurut mereka, cara yang dilakukan Australia akan membantu memulihkan penerbit senilai 620 juta dolar Kanada per tahun.

Jika tidak melakukan apa-apa, Kanada akan kehilangan 700 pekerjaan di media cetak dari total 3.100.

Baca juga: Facebook blokir konten berita di Australia

Baca juga: Jutaan dolar AS donasi kebakaran hutan Australia terkumpul di Facebook

Baca juga: Australia akan kembangkan kode etik untuk Facebook dan Google

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021



Sumber
Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Ke Atas