Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang, Petugas Berpacu Padamkan Api
Tangerang – Kebakaran besar melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (3/7/2026). Kepulan asap hitam pekat mem
Tangerang – Kebakaran besar melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (3/7/2026). Kepulan asap hitam pekat membumbung setinggi lebih dari 50 meter dan menyelimuti tiga desa di sekitar lokasi. Petugas pemadam kebakaran dari berbagai pos berpacu dengan waktu dan tiupan angin kencang untuk melokalisir api yang membakar tumpukan sampah seluas hampir dua hektare.
Kronologi Kebakaran dan Upaya Pemadaman
- Pukul 09.00 WIB – Warga mulai melihat kepulan asap putih berubah hitam dari area tumpukan sampah. Saksi mendengar suara letupan kecil yang diduga berasal dari gas metana yang terakumulasi.
- Pukul 09.30 WIB – Regu pertama dari Pos Damkar Jatiwaringin tiba dengan 3 unit mobil. Petugas langsung menyemprotkan air dan foam, namun api cepat menjalar karena material sampah yang kering dan angin tenggara yang cukup kencang.
- Pukul 10.15 WIB – Titik api meluas ke bagian timur TPA. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tangerang meminta bantuan tambahan dari Kota Tangerang dan Tangerang Selatan. Total 10 unit mobil pemadam dikerahkan.
- Pukul 12.00 WIB – Alat berat dikerahkan untuk membongkar dan memisahkan gunungan sampah agar petugas bisa mencapai titik api di kedalaman 10–15 meter. Teknik cooling and overhaul diterapkan untuk mencegah api menjalar ke bawah permukaan.
- Pukul 15.00 WIB – Api berhasil dilokalisir di zona seluas 5.000 meter persegi. Meski demikian, asap tebal masih mengepul dan menyebabkan gangguan pernapasan warga di Desa Jatiwaringin, Pasir Bolang, dan Kedaung.
- Pukul 18.00 WIB – Komandan lapangan menyatakan api padam total. Proses pendinginan dan penyisiran bara tetap dilakukan hingga malam hari dengan 2 unit mobil yang disiagakan.
Tantangan Berat Petugas di Lapangan
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Komandan Sudrajat, menjelaskan bahwa medan timbunan sampah yang labil menjadi kendala utama.
“Gunungan sampah setinggi 15 meter bisa runtuh sewaktu-waktu. Kami harus sangat hati-hati menempatkan personel. Di sisi lain, gas metana yang terus keluar membuat api sulit dipadamkan hanya dengan air. Kami butuh campuran foam khusus,”tuturnya di lokasi kejadian.
Angin juga menjadi musuh besar. Tiupan dari tenggara membawa asap pekat ke permukiman dan mengganggu jarak pandang. Setidaknya 37 petugas mengalami iritasi mata dan saluran napas ringan, namun tak ada yang perlu dirawat.
Dampak Lingkungan dan Kesehatan Warga
Asap hitam mengandung partikulat berbahaya (PM2.5) yang langsung memicu keluhan warga. Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mendirikan dua posko kesehatan darurat. Sebanyak 43 warga melapor sesak napas, 9 di antaranya dirujuk ke Puskesmas dengan gejala berat, sementara 4 lansia harus mendapatkan terapi oksigen. Pemerintah desa membagikan 2.000 masker N95 dan mengimbau anak-anak serta ibu hamil mengungsi sementara ke balai desa.
Di samping itu, Dinas Lingkungan Hidup mencatat penurunan drastis kualitas udara. Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di sekitar TPA sempat menyentuh level berbahaya (300+). Abu sisa pembakaran juga berpotensi mencemari sumur warga jika terbawa air hujan.
Penyebab dan Pengulangan Insiden
Peneliti dari Universitas Tangerang menyatakan kebakaran TPA seperti ini disebabkan akumulasi gas metana hasil dekomposisi limbah organik tanpa sistem ventilasi yang memadai. “Suhu tinggi dan gesekan bisa memicu percikan. Jika tidak ada penanganan gas metana, kebakaran akan berulang,” jelas Dr. Rini Mawarti. TPA Jatiwaringin sendiri terbuka dan belum memiliki instalasi gas collection yang optimal.
Insiden ini merupakan kebakaran keempat dalam kurun 18 bulan terakhir. Pada Februari 2025, api meludeskan 3 hektare area dan memakan waktu 12 jam untuk dipadamkan. Warga pun menuntut solusi permanen.
Langkah Penanganan dan Komitmen Pemerintah
Bupati Tangerang, yang meninjau lokasi sore harinya, berjanji akan mempercepat pemasangan pipa penangkap gas metana dan mengalihkan sebagian sampah ke TPA regional yang sudah menerapkan sistem sanitary landfill.
“Kami tidak bisa terus bergantung pada cara lama. Tahun ini, proyek pemasangan gas venting dan penutupan bertahap akan segera dimulai. Kami mohon maaf atas dampak yang dirasakan warga,”ucapnya.
Sambil menunggu, TPA Jatiwaringin ditutup untuk umum dan hanya menerima sampah dalam volume terbatas. Warga sekitar tetap diminta waspada terhadap kemunculan bara tersembunyi.
[TAGS]: kebakaran TPA Jatiwaringin, Tangerang, pemadam kebakaran, limbah, polusi udara [SOCIAL_TWEET]: Kebakaran besar melanda TPA Jatiwaringin Tangerang. Petugas pemadam berpacu dengan angin dan tumpukan sampah setinggi 15 meter. Asap pekat ganggu pernapasan 43 warga. Simak kronologinya! #KebakaranTPA #Jatiwaringin #Tangerang [SOCIAL_FB]: TPA Jatiwaringin terbakar hebat! Asap hitam menyelimuti tiga desa, puluhan warga berjuang melawan sesak napas. Baca selengkapnya tentang detik-detik pemadaman dan langkah antisipasi pemerintah. [SOCIAL_TG]: 🔥🚒 Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang berhasil dipadamkan setelah 9 jam. 43 warga alami gangguan pernapasan, 4 lansia dirawat. Klik untuk kronologi lengkap. [SOCIAL_THREADS]: TPA Jatiwaringin kebakaran lagi dan asapnya bikin napas sesak. Tim pemadam udah kerja keras, tapi warga sekitar udah capek banget. Semoga ada solusi permanen ya 😮💨🗑️
Comments (0)