Ekonomi

Korporasi Petani, Basis Ekonomi Food Estate Sumut

presiden-republik-indonesia-ri-joko-widodo-didampingi-menteri-pertanian_201027165901-479.jpg


BPPSDMP Kementan dukung pengembangan korporasi petani di Humbahas

TERDEPAN.id, HUMBANG HASUNDUTAN — Kunjungi Provinsi Sumatra Utara, Presiden RI Joko Widodo turut menanam bawang merah di Desa Ria-Ria bersama petani didampingi penyuluh Kecamatan Pollung di Kabupaten Humbang Hasundutan, Selasa (27/10).


Dalam kunjungan kerja didampingi Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo, Presiden Jokowi melihat langsung perkembangan program lumbung pangan baru (food estate) di Humbang Hasundutan (Humbahas). 


Pengembangan food estate (FE) di Sumatera Utara (Sumut) seluas 30 ribu hektar. Tujuannya, meningkatkan ketahanan pangan nasional, optimalisasi sumber daya, membuka peluang usaha pertanian lebih efisien hulu ke hilir (on farm dan off farm) bagi kesejahteraan petani.


“Sudah dua kali saya ke Kalimantan Tengah. Di sana akan dibangun food estate khusus padi dan singkong. Di sini (Sumut) luas lahan 60 ribu hektar, digunakan food estate 30 ribu hektar,” kata Jokowi dalam keterangan pers didampingi Mentan Syahrul dan Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.


Komoditas utama yang dikembangkan adalah bawang merah, bawang putih, kentang dan produk turunannya. Korporasi petani akan menjadi basis pengembangan FE di Sumut, Kalteng dan Nusa Tenggara Timur (NTT).


Dalam laporan kepada Presiden Jokowi, Mentan Syahrul mengatakan selain Humbahas, FE Sumut akan tersebar pada Kabupaten Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah dan Pakpak Bharat. Di Humbahas, total lahan disiapkan 1.000 hektar, lahan dalam penggarapan 215 hektar akan melibatkan tujuh kelompok tani (Poktan) yang menaungi 169 petani di Desa Ria-Ria, Kecamatan Pollung.


“Sesuai arahan Bapak Presiden, ini areal yang sudah kita siapkan sebagai lahan percontohan utama. Selanjutnya, Kementerian Pertanian hanya bisa masuk setelah Kementerian LHK dan PUPR serta lainnya selesai,” kata Mentan. 


Kawasan FE Humbahas akan mengembangkan model industri hulu-hilir didukung marketplace layaknya pasar modern hortikultura. Kapasitas petani ditingkatkan pada Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) mendorong petani mengelola rantai produksi, pengolahan dan pemasaran.


“Kami memang menargetkan peningkatan luas tanam dan produksi komoditas bawang merah, bawang putih dan kentang serta memperkuat kerjasama dan sinergi antar petani dengan stakeholders terkait,” kata Syahrul.


Dedi Nursyamsi selaku Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian-Kementerian Pertanian (BPPSDMP) menegaskan sesuai instruksi Presiden Jokowi maka BPPSDMP mendukung pengembangan korporasi petani sebagai basis ekonomi FE Humbahas.


Pekan lalu, sejumlah penyuluh pusat di bawah koordinasi Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan BPPSDMP) untuk advokasi pada anggota dan pengurus Koperasi Tunas Harapan (PHP) di Desa Hutajulu, Kecamatan Polung merupakan unit usaha Poktan Laguna, disasar menjadi korporasi petani hortikultura FE Humbahas.


“Syarat utama terwujudnya korporasi petani, adanya kelembagaan ekonomi petani yang kuat. Tidak individualistik. Tidak sendiri-sendiri. Korporasi akan menjaga setiap pemegang saham mendapat laba sama. Kalau rugi, ditanggung bersama,” kata Dedi Nursyamsi didampingi Kapusluh Leli Nuryati berada di FE Humbahas sejak Senin (26/10), sehari sebelum kunjungan Jokowi.


Presiden Jokowi menginginkan proses bisnis terintegrasi melalui korporasi petani, disempurnakan dan menjadi contoh sekaligus direplikasi provinsi lain. “Kita ingin melihat model bisnisnya seperti apa. Proses bisnis yang dilakukan seperti apa. Hitung-hitungannya sudah ada, akan menjadi contoh provinsi-provinsi lain yang ingin membuat food estate,” kata Presiden sebelum meninggalkan Humbahas didampingi Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi dan Menko Luhut B Panjaitan.

BACA JUGA :  Matthew Wolff sementara puncaki AS Terbuka





Sumber

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Ke Atas