Ekonomi

Menko Airlangga: Respon Pasar Positif, Dengan Dibukanya 9 Sektor Ekonomi

Screenshot_2020-06-06-11-28-58-990_com.miui.gallery

TERDEPAN.id Jakarta — Pemerintah melaporkan kalau pasar merespons positif terhadap upaya penindakan virus Corona( Covid- 19) yang prudent serta berbasis informasi.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartanto berkata kalau respons positif dari pasar tercermin dari nilai ubah rupiah yang terus menguat serta indeks harga saham gabungan yang naik mendekati 4. 950.

“Apa yang kita lihat hari ini di mana nilai tukar rupiah sudah di bawah Rp 14.000 per dollar AS dan indeks harga saham yang naik menunjukkan apa yang dilakukan pemerintah dan Gugus Tugas berada pada jalur yang tepat,” ujar Airlangga dalam siaran pers, di Jakarta, Jumat (5/6/2020).

Airlangga mengakui, nilai ubah ataupun indeks masih hendak berfluktuasi.

“Namun kalau kita lihat cadangan devisa di Bank Indonesia yang mencapai US$130 miliar, menunjukkan adanya kepercayaan yang kuat kepada perekonomian Indonesia,” tambah Airlangga.

Ia menarangkan, pemerintah hendak terus melaksanakan dengan penuh kehati- hatian upaya buat menghasilkan warga produktif serta nyaman Covid- 19. Pemberian izin kepada wilayah ataupun industri buat melaksanakan kenormalan yang baru dicoba secara saksama serta bertahap dengan terus memantau pertumbuhan permasalahan yang terjalin.

BACA JUGA :  Pertamina Dukung Percepatan Pemulihan UMKM Pariwisata

“Sekarang ini Gugus Tugas sudah mempunyai sistem monitoring dan evaluasi yang dinamakan BLC. Hanya daerah yang statusnya berada di zona hijau dan kuning yang diperkenankan untuk melaksanakan masyarakat produktif dan aman Covid-19. Kita sekarang berupaya agar daerah yang statusnya masih merah dan oranye bisa berubah menjadi kuning atau hijau,” jelas Airlangga.

Menko Perekonomian yakin dengan penetapan 9 industri yang boleh kembali melaksanakan kegiatannya, ekonomi hendak turut bergerak. Harapannya, angka pengangguran setelah itu bisa ditekan serendah bisa jadi.

Secara terpisah Pimpinan Gugus Tugas Percepatan Penindakan Covid- 19 Doni Monardo menarangkan sehabis pemberian aktivitas warga produktif serta nyaman Covid- 19, Gugus Tugas pada hari ini menetapkan 9 zona yang diperbolehkan buat kembali melaksanakan kegiatannya.

Kesembilan zona itu merupakan, pertambangan, perminyakan, industri, konstruksi, perkebunan, pertanian serta peternakan, perikanan, logistik, serta transportasi benda.

Bagi Doni, kesembilan zona boleh melaksanakan aktivitas sebab mempunyai resiko ancaman Covid- 19 yang rendah, tetapi menghasilkan lapangan kerja yang luas serta memiliki akibat ekonomi yang signifikan.

Ada pula, pembukaan sektor- sektor ekonomi tersebut dicoba oleh Departemen terpaut dengan mempraktikkan protokol kesehatan yang ketat, dimulai dengan bimbingan, sosialisasi serta simulasi secara bertahap. Protokol penerapan di tiap- tiap zona terbuat oleh Departemen/ Lembaga terpaut.

BACA JUGA :  Dasco: DPR Tampung Masukan Buruh

Pimpinan Gugus Tugas menegaskan, pemerintah senantiasa fokus serta maksimal dalam pengendalian Covid- 19 supaya warga tidak hingga terpapar. Tetapi, pada dikala yang bertepatan pemerintah pula wajib melindungi jutaan warga yang kehabisan pekerjaan.

Informasi Departemen Tenaga Kerja dikala ini menampilkan Covid- 19 sudah menyebabkan dekat 3, 7 juta pekerja resmi kehabisan pekerjaan. Ini belum tercantum mereka yang kehabisan pekerjaan di zona informal.

Pembukaan UUD 1945 dengan jelas mengamanatkan Pemerintah Negeri Indonesia buat melindungi segenap bangsa Indonesia serta segala tumpah darah Indonesia serta buat memajukan kesejahteraan universal. Pasal 27 ayat 2 UUD 1945 apalagi mengatakan, masing- masing masyarakat negeri berhak atas pekerjaan serta penghidupan yang layak untuk kemanusiaan.

“Langkah untuk memberi kesempatan kepada masyarakat melakukan kegiatan produktif, namun aman dari Covid-19 tidak lepas dari tugas konstitusi yang harus dilaksanakan pemerintah,” ujar Doni.

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Ke Atas