Ekonomi

Petani Diharapkan Manfaatkan Informasi Iklim BMKG

pertanian-organik-ilustrasi-_190221125958-419.jpg


Cuaca ektrem tidak bisa dihindari, namun perlu disikapi dengan beradaptasi

TERDEPAN.id, TEMANGGUNG — Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengharapkan petani dapat memanfaatkan informasi iklim dan cuaca dari BMKG dalam bercocok tanam agar bisa beradaptasi dengan alam terutama saat kondisi ektrem.

Oleh karena itu, katanya di Temanggung, Sabtu (6/6), dalam beberapa tahun terakhir BMKG bekerja sama dengan pemerintah daerah menyelenggarakan sekolah lapang iklim (SLI) untuk kelompok tani.

Ia menyampaikan hal tersebut saat panen bawang merah pada sekolah lapang iklim di Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung. Dwikorita menyampaikan meskipun penanaman bawang merah di daerah ini sempat terganggu cuaca ekstrem pada bulan Mei lalu, alhamdulillah adanya forum komunikasi SLI – BMKG, penyuluh pertanian, dan para petani, informasi dari BMKG maka cuaca ektrem itu dapat diantisipasi.

BACA JUGA :  PB Percasi gelar turnamen catur online berhadiah Rp75 juta

“Cuaca ektrem tidak bisa dihindari, namun perlu disikapi dengan beradaptasi,” katanya.

Waktu itu, katanya karena sudah diberitahu untuk antisipasi sebelumnya, begitu hujan telah turun, kemudian daun-daun tanaman bawang merah langsung disemprot atau dibilas untuk mengurangi pengaruh asam air hujan untuk mencegah rusaknya tanaman.

“Jadi meskipun terkena cuaca ekstrem, kalau tidak diwaspadai bisa gagal panen tetapi petani di Desa Legoksari ini masih tetap berhasil panen bawang putih sekitar 6-8 ton per hektare dan harga bawang merah saat ini tinggi,” katanya.

Ketua Penyelenggaran SLI di Desa Legoksari Kecamatan Togomulyo yang juga Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Semarang Tuban Wiyoso mengatakan SLI bawang merah ini merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi pangan.

BACA JUGA :  Regulasi baru bikin Hamilton kehilangan senjata andalan

Ia menyampaikan SLI ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memanfaatkan informasi ikllim, cuaca untuk keperluan pertanian.

Bupati Temanggung M. Al Khadziq menyampaikan terima kasih atas program SLI BMKG di Kabupaten Temanggung.

“Kami mohon ke depan masih terus dilakukan pembinaan terhadap masyarakat di Kabupaten Temanggung, syukur tahun besuk BMKG bisa memberikan demplot untuk bawang merah dan bawang putih masing-masing satu hingga dua hektare, termasuk tanaman tembakau bisa lebih luas lagi,” katanya.

Ia mengatakan masyarakat Temanggung senantiasa siap untuk mengikuti SLI, semoga kegiatan ini benar-benar memberikan keterampilan dan pengetahuan bagi para petani di Kabupaten Temanggung untuk bisa meningkatkan hasil panennya sesuai dengan kondisi iklim yang terus berubah-ubah ini.

sumber : –





Sumber

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Ke Atas