Politik

Petani Kesulitan Pupuk, Komisaris Mega Eltra Sibuk Goyang Menteri.

Gedung PT. Mega Eltra , Menteng

Peneliti Political and Public Policy Studies Jerry Massie ikut menyoroti manuver Ketua Jokowi Mania (Jo-Ma) Immanuel Ebenezer soal reshuffle kabinet. Dirinya menilai Immanuel tidak pantas menyibukkan diri dengan isu reshuffle.

“Kurang elegan, kurang bijaksana jika dikaitkan dengan posisi yang bersangkutan sebagai komisaris BUMN,” ujarnya kepada redaksi, Minggu (8/11/2020).

Selain memimpin organ relawan pendukung presiden, Immanuel saat ini menjabat komisaris independen PT Mega Eltra, salah satu BUMN di lingkungan holding PT Pupuk Indonesia (Persero).

Berdasarkan informasi pengangkatan Immanuel sebagai komisaris tertuang dalam SK-263/MBU/08/2020 tanggal 4 Agustus 2020 yang ditandatangani Menteri BUMN Erick Thohir.

Menurut Jerry, Immanuel yang terlihat makin rajin menyerang menteri tertentu setelah satu tahun pemerintahan Jokowi-Maruf Amin mesti introspeksi.

Misalnya, ia mengingatkan, salah satu kemampuan dan sumber daya yang dibangga-banggakan PT Mega Eletra adalah perdagangan pupuk. Namun kenyataannya, di saat musim pemupukan sekarang ini, petani di Karawang, Malang, Blitar, Tegal, Probolinggo, Purworejo, dan daerah-daerah lainnya mengeluh kesulitan mendapatkan pupuk.

BACA JUGA :  Nasdem Isyaratkan Dukung Gibran di Pilwalkot Solo

“Ambil kaca lihat diri sendiri. Jadi fokus saja dengan kelangkaan pupuk, jangan malah sibuk menggoyang kabinet” tegasnya.

Ia mengatakan evaluasi kinerja menteri Jokowi-Ma’ruf Amin wajar dilakukan setiap saat. Meski begitu, menurutnya, evaluasi harus dilakukan dengan parameter yang bisa dipertanggungjawabkan secara keilmuan.

“Tidak bisa asal sebut nama,” tutur dia.

Sorotan juga disampaikan analis politik Abi Rekso. Ia mempertanyakan kualitas dan metode evaluasi kinerja menteri yang dipamerkan Immanuel kepada publik akhir pekan kemarin.

Immanuel menyebut ada 10 menteri berkinerja buruk dan harus dipecat oleh Presiden. Dia menyebutkan hal itu berdasarkan persepsi publik yang tergambar dalam survei yang dilakukan Jo-Man.

Para menteri berkinerja buruk dan harus dipecat adalah Mensesneg Pratikno, Menparekraf Wisnutama, Mendikbud Nadiem Makarim, Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil, Mentan Syahrul Yasin Limpo, Menteri KKP Edhy Prabowo, Menkominfo Jhony G Plate, Menkes dokter Terawan Agus Putranto, Menag Fachrul Razi, dan Menkumham Yasonna Laoly.

BACA JUGA :  Formappi Soroti Sikap Azis tak Teken Surat RDP Djoko Tjandra

Meski begitu, Noel sapaan akrab Emmanuel Ebenezer, tidak menjabarkan secara lengkap metodologi survei. Ia hanya menyebut survei dilakukan melalui telepon.

“Kalau sekedar mengeluarkan rilis evaluasi kinerja menteri tanpa metode dan kriteria yang jelas, itu sih survei bodong. Kalau itu penipu juga bisa,” jelas Abi Rekso.

Abi mengatakan pola-pola survei seperti yang dilakukan Jo-Man sarat akan agenda titipan. Sebab publik hanya diberikan nama-nama tanpa diedukasi soal metode survei, capaian kinerja dan kriteria-kriteria kepemimpinan.

Menurutnya, tidak semestinya relawan membuat gaduh di tengah fokus kerja pemerintah saat pandemi sekarang ini. Jika punya akses langsung ke Presiden, sebaiknya Jo-Man menyampaikan usulan langsung ke Presiden Jokowi.

“Itu cara yang lebih tepat,” imbuhnya.[]

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Ke Atas