Prabowo Kunjungi Sekolah Rakyat, Yel-Yel Pelajar Banjarbaru Menggema
Banjarbaru — Udara pagi di kawasan perkotaan Banjarbaru terasa berbeda. Di bawah langit biru yang jernih, barisan siswa berseragam rapi berdiri tegak, suar
Banjarbaru — Udara pagi di kawasan perkotaan Banjarbaru terasa berbeda. Di bawah langit biru yang jernih, barisan siswa berseragam rapi berdiri tegak, suara mereka memecah keheningan dengan lantunan yel-yel penuh vitalitas. Bukan sekadar teriakan penyambutan, melainkan ikrar kolektif yang menembus dinding-dinding kelas Sekolah Rakyat, saat Presiden Prabowo Subianto melangkahkan kaki memasuki halaman sekolah yang menjadi simbol perjuangan melawan kebodohan dan kemiskinan struktural itu.
Kedatangan kepala negara bukan sekadar seremoni kenegaraan biasa. Di tengah upaya pemerintah menggencarkan program pengentasan kemiskinan ekstrem, Sekolah Rakyat berdiri sebagai etalase konkret kebijakan yang menyentuh langsung kehidupan wong cilik. “Kami janji giat belajar, membangun negeri, demi Indonesia emas 2045!” pekik para siswa dengan komando yang kompak, menggema di antara gedung-gedung sekolah yang baru selesai direnovasi. Presiden Prabowo, yang mengenakan kemeja putih khasnya, terlihat beberapa kali mengangguk dan tersenyum, menepuk bahu para guru yang berdiri di barisan depan.
Lantunan Janji di Bawah Atap Putih
Di Sekolah Rakyat, pendidikan bukan sekadar rutinitas membaca dan menulis. Di sinilah anak-anak dari keluarga prasejahtera menemukan ruang untuk bermimpi. Saat rombongan presiden tiba, puluhan siswa langsung membentuk formasi unik di lapangan upacara. Dengan penuh energi, mereka menyanyikan yel-yel yang liriknya diracik sendiri oleh para guru pendamping. “Pak Prabowo! Kami siap! Belajar keras, pantang menyerah!” teriak seorang siswa dengan suara lantang yang nyaris serak, diikuti gemuruh tepuk tangan dari hadirin. Presiden tak bisa menyembunyikan raut harunya. Dalam sambutan singkatnya, ia menyampaikan pesan mendalam yang langsung meresap ke sanubari para pelajar.“Saya datang ke sini karena saya ingin lihat sendiri, dengar sendiri, bagaimana anak-anak hebat ini bersemangat. Ini bukan sekadar yel-yel, ini adalah sumpah kalian kepada masa depan,” ujar Prabowo dengan intonasi tenang namun berwibawa.Para guru yang hadir tampak tak kuasa menahan air mata. Ada getaran emosional yang begitu kuat ketika seorang presiden mengakui perjuangan kecil yang selama ini mereka jalani dalam sunyi. Mereka adalah para pendidik yang rela digaji minim asalkan bisa menyalakan lilin pengetahuan di tengah gelapnya keterbatasan ekonomi.
Arsitektur Pengabdian dan Kolaborasi Masyarakat
Sekolah Rakyat di Banjarbaru bukanlah institusi mewah. Bangunannya fungsional, namun kebersihannya terjaga nyaris sempurna. Dinding-dindingnya dihiasi mural karya siswa yang menggambarkan cita-cita sebagai dokter, insinyur, hingga tentara. Sekolah ini didirikan atas inisiatif komunitas lokal yang didukung oleh Kementerian Sosial sebagai bagian dari program pemberdayaan fakir miskin. Data menunjukkan, Sekolah Rakyat di Banjarbaru saat ini menampung lebih dari 200 siswa yang berasal dari 12 kelurahan di sekitar wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Kurikulum yang diterapkan adalah kurikulum darurat adaptif, yang tidak hanya mengajarkan literasi dan numerasi dasar, tetapi juga keterampilan vokasional seperti budidaya pertanian hidroponik dan daur ulang sampah. Dalam peninjauan tersebut, Prabowo didampingi Menteri Sosial dan Wali Kota Banjarbaru. Presiden menyempatkan diri masuk ke dapur sekolah dan memastikan program makan siang gratis berjalan dengan standar gizi yang telah ditetapkan.“Menu hari ini ada nasi, ayam goreng, tahu, sayur sop, dan pisang. Kami mau pastikan anak-anak ini makannya cukup. Tidak boleh ada yang belajar dalam keadaan lapar. Itu perintah saya,” tegas Prabowo kepada para pengelola dapur.
Comments (0)