Sport

Raikkonen tak buru-buru tentukan masa depannya di F1

raikkonen_3.jpg


Jakarta (ANTARA) – Kimi Raikkonen tak terburu-buru memutuskan apakah ia akan terus membalap di Formula 1 atau pensiun setelah kontraknya usai dengan Alfa Romeo tahun ini.

Pebalap Finlandia berusia 40 tahun itu merupakan pebalap paling senior di grid dan akan menjalani musim ke-18nya di F1.

Sedangkan F1 telah menunda penerapan paket regulasi baru hingga 2022 dan menerapkan batas bujet baru pada tahun depan untuk membuat olahraga itu lebih kompetitif dan berkelanjutan.

“Begitu lah peraturannya, tapi itu tidak akan mendikte apa yang akan terjadi di masa depan. Jawaban benarnya: (keputusan akan diambil) sebelum tahun depan mulai, tapi aku tidak tahu. Kami belum melakukan satu pun balapan. Situasi yang sangat aneh tahun ini, kita lihat saja,” kata Raikkonen di Spielberg, Austria seperti dilansir laman resmi F1, Kamis.

BACA JUGA :  BPH Migas Sosialisasikan Penyediaan Cadangan BBM Nasional

Baca juga: Setelah empat bulan vakum, Formula 1 restart akhir pekan ini

Baca juga: Ferrari harus desain ulang mobil F1 mereka tahun ini

Di sesi jumpa pers jelang seri pembuka di Austria itu Raikkonen juga menjawab pertanyaan seputar kans Alfa Romeo setelah finis peringkat delapan konstruktor tahun lalu.

“Dengan tes setiap tahun, mustahil mengatakan siapa ada di mana. Banyak spekulasi. Tapi di balapan pertama, kita selalu melihat cerita sebenarnya; dan kita tak pernah menjalani balapan pertama.

“Sekarang, beberapa bulan kemudian, kita akan melakukannya. Kami akan lihat di mana kami berada. Mereka akan membawa update, jadi siapa tahu? Kita lihat saja,” kata juara dunia tahun 2007 itu.

Sementara itu, rekan satu tim, Antonio Giovinazzi juga bersiap untuk musim keduanya bersama Alfa Romeo.

BACA JUGA :  Medvedev langsung tersingkir di babak pertama French Open

Pebalap asal Italia itu akan fokus balapan dan tak terlalu memikirkan peluang pebalap junior dari akademi pebalap Ferrari dan Sauber, dua sumber talenta muda bagi tim, yang bisa merebut bangkunya tahun depan.

“Setiap tahun, kalian memiliki tekanan, jadi bagiku ini akan serupa dengan tahun lalu.

“Tentu aku tahu di F2 banyak pebalap muda, khususnya dari akademi pebalap, tapi aku harus fokus dengan tugasku dan tak membuang waktu melihat para pebalap F2. Fokus di pekerjaanku, melakukan yang terbaik, dan kemudian kita lihat,” kata Giovinazzi.

Baca juga: Mercedes bawa upgrade mesin yang lebih “bandel” di GP Austria

Baca juga: Russell: mobil WIlliams tahun ini lebih “bisa dikendarai”

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020



Sumber

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Ke Atas