Life Style

Riset Sebut Ada 623 Juta Serangan Ransomware pada 2021

Riset Sebut Ada 623 Juta Serangan Ransomware pada 2021


Angka serangan ransomware naik 105 persen dari tahun sebelumnya

TERDEPAN.id, JAKARTA — Dalam SonicWall Cyber ​​Threat Report 2022, SonicWall, intelijen keamanan siber menyatakan bahwa pada tahun 2021 ada lebih dari 623 juta serangan ransomware di seluruh dunia. Angka ini naik 105 persen dari tahun sebelumnya 


Dilansir dari Slashgear, menurut penelitian, semua jenis serangan siber sedang meningkat. Misalnya seperti crypto jacking yang mencapai rekor tertinggi sepanjang masa dengan 97,1 juta insiden. Sementara ransomware naik 98 persen di Amerika Serikat dan 227 persen di Inggris.


Ada berbagai alasan mengapa serangan siber meningkat sejak 2020. Pandemi global mempercepat perubahan digital, dengan orang-orang di seluruh dunia online untuk tinggal dan bekerja. 

BACA JUGA :  Adele Belum Pastikan Jadwal Peluncuran Album Barunya


Phishing, ransomware, serangan tanpa klik, dan penipuan terkait kesehatan atau COVID adalah tren peretasan yang populer di era modern. Aksi ini mempengaruhi bisnis kecil dan besar.


Bagaimana melindungi data Anda dari peretas?


 


Sebagian besar serangan cyber criminal dapat dihindari hanya dengan menganggap serius peretas dan percaya bahwa itu juga bisa terjadi pada Anda. Menurut Info Security Magazine, menggunakan kata sandi yang kuat dan mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA) dapat menghindari 90 persen serangan.


Tindakan pencegahan dasar lainnya, seperti memasang antivirus yang andal dan memperbarui gadget Anda, ini dipercaya dapat membantu mencegah serangan. 

BACA JUGA :  Studi: Pola Makan Berdampak Pada Penurunan Berat Badan


Meminta kata sandi atau informasi pribadi korban adalah salah satu taktik paling sukses yang digunakan peretas untuk menargetkan mereka. Korban dapat dihubungi melalui email, SMS, Instagram, situs penipuan, atau bahkan panggilan telepon. 


Untuk menipu korban agar menyerahkan data, penjahat dunia maya sering kali menyamar sebagai agen atau perwakilan perusahaan. 


Banyak konsumen merasa bahwa ponsel cerdas tidak menjadi sasaran peretas, tetapi tidak demikian. Menurut perusahaan keamanan siber Zimperium, penjahat siber menyerang lebih dari 10 juta perangkat seluler di 214 negara pada tahun 2021.


 





Sumber
Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

2 × 4 =

Trending

Ke Atas