Samsung Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9: Harga Resmi dan Spesifikasi di Indonesia
Jakarta – Samsung Electronics Indonesia kembali memperkuat ekosistem wearable melalui peluncuran resmi dua arloji pintar teranyar: Galaxy Watch9 dan Galaxy Watch Ultra2. Kedua perangkat ini membawa ...
Jakarta – Samsung Electronics Indonesia kembali memperkuat ekosistem wearable melalui peluncuran resmi dua arloji pintar teranyar: Galaxy Watch9 dan Galaxy Watch Ultra2. Kedua perangkat ini membawa lompatan signifikan di ranah pemantauan kesehatan berbasis kecerdasan buatan (AI) sekaligus menyasar segmen pengguna yang berbeda, dari penggemar gaya hidup aktif hingga profesional yang membutuhkan ketangguhan ekstrem.
Presiden Samsung Electronics Indonesia, dalam pernyataan resminya menekankan bahwa inovasi kali ini tidak hanya tentang spesifikasi perangkat keras, melainkan tentang bagaimana AI diolah untuk memberikan insight kesehatan yang lebih personal dan akurat. “Kami ingin menghadirkan wearable yang tidak sekadar mencatat data, tetapi juga menganalisisnya menjadi rekomendasi yang mudah dipahami oleh setiap pengguna,” ujarnya.
Desain dan Layar: Dua Karakter Berbeda
Galaxy Watch9 hadir dengan pendekatan desain yang lebih ramping dan elegan. Tersedia dalam dua pilihan ukuran, yakni 40 mm dan 44 mm, jam tangan ini menggunakan bezel berbahan aluminium ringan. Layarnya menggunakan panel Super AMOLED Always-On Display dengan resolusi yang ditingkatkan untuk visibilitas optimal di bawah sinar matahari. Sementara itu, Galaxy Watch Ultra2 mengedepankan estetika kokoh dengan bingkai titanium Grade 4 dan kristal safir di bagian muka, dirancang untuk bertahan di lingkungan keras seperti olahraga ekstrem, pendakian, hingga penyelaman. Dengan layar 1,5 inci dan tingkat kecerahan mencapai 3.000 nit, Ultra2 tetap mudah dibaca di tengah terik matahari atau di kedalaman air.
Perbedaan paling mencolok terletak pada tombol Quick Button tambahan di sisi Ultra2 yang bisa diprogram untuk memulai aktivitas olahraga, menyalakan senter, atau mengakses aplikasi keselamatan darurat. Kedua jam tangan telah mengantongi sertifikasi tahan air dan debu IP68 serta 5 ATM, plus standar militer MIL-STD-810H untuk Ultra2.
Fitur Kesehatan Berbasis AI: Lebih dari Sekadar Pelacak
Jantung inovasi pada duo Galaxy Watch terbaru ini terletak pada BioActive Sensor generasi baru yang kini lebih presisi dan diperkuat algoritma AI. Sensor optik tunggal ini menggabungkan pengukuran detak jantung optis, sinyal jantung elektrik, serta analisis impedansi bioelektrik. Melalui pembaruan chipset Exynos W1000 yang dibuat dengan proses 3nm, pemrosesan data sensor berlangsung lebih cepat dan hemat daya.
Fitur unggulan yang pertama adalah Energy Score, sebuah metrik harian yang dihitung oleh AI berdasarkan kualitas tidur, variabilitas detak jantung (HRV), dan tingkat aktivitas. Pengguna bangun tidur akan langsung melihat skor dari 0 hingga 100 yang mencerminkan kondisi fisik mereka, mirip seperti indikator “baterai tubuh” yang populer di perangkat lain. Selain itu, fitur AI Sleep Coaching memberikan analisis pola tidur yang lebih mendalam dengan mengidentifikasi mendengkur, kadar oksigen darah (SpO2) semalaman, serta memberikan latihan pernapasan personal untuk membantu insomnia.
Elektrokardiogram (EKG) dan pemantauan tekanan darah tetap menjadi andalan, tetapi kini didukung oleh algoritma deteksi fibrilasi atrium (AFib) yang lebih sensitif. Satu terobosan penting adalah deteksi apnea tidur yang sudah mendapatkan izin dari Kementerian Kesehatan RI. Jam tangan akan memberi notifikasi jika terindikasi adanya henti napas saat tidur, sehingga pengguna dapat segera berkonsultasi dengan tenaga medis. Galaxy Watch9 dan Ultra2 juga mampu mengukur komposisi tubuh (lemak, otot, air, BMI) dalam waktu kurang dari 15 detik dengan cara menempelkan dua jari ke tombol samping.
Fitur keselamatan juga disempurnakan: Fall Detection kini mampu membedakan antara jatuh yang serius dengan gerakan olahraga yang intens, berkat pembelajaran mesin (machine learning) dari ribuan sampel gerakan. Jika terdeteksi jatuh, jam tangan otomatis mengirim koordinat ke kontak darurat.
Performa dan Daya Tahan Baterai
Ditenagai prosesor Exynos W1000 yang dipasangkan dengan RAM 2 GB dan penyimpanan internal 32 GB, kedua jam tangan berjalan mulus di atas sistem operasi Wear OS yang dipoles dengan antarmuka One UI Watch. Pengalaman pengguna terasa lebih responsif, terutama saat membuka aplikasi atau berpindah antar kartu notifikasi. Konektivitas LTE tersedia secara terpisah untuk model tertentu, memungkinkan pengguna menerima panggilan dan pesan tanpa perlu membawa ponsel.
Dari sisi baterai, Galaxy Watch9 varian 44 mm dibekali sel 425 mAh yang mampu bertahan hingga 40 jam dengan penggunaan normal, sedangkan versi 40 mm dengan 300 mAh bertahan sekitar 30 jam. Galaxy Watch Ultra2 justru jadi juara dengan baterai 590 mAh yang dapat mencapai 60 jam dalam mode hemat daya, cukup untuk petualangan akhir pekan tanpa isi ulang.
Harga Resmi di Indonesia
Memasuki pasar Indonesia, Samsung langsung membuka periode prapemesanan mulai hari ini hingga dua pekan ke depan dengan sejumlah bonus eksklusif. Galaxy Watch9 40 mm dibanderol seharga Rp5.499.000 untuk versi Bluetooth dan Rp6.299.000 untuk versi LTE. Ukuran 44 mm dihargai Rp5.999.000 (Bluetooth) dan Rp6.799.000 (LTE). Adapun Galaxy Watch Ultra2 yang hanya hadir dalam satu varian LTE dijual dengan harga resmi Rp12.999.000, lengkap dengan tali gelang Marine Band dan Trail Band untuk fleksibilitas gaya.
Dengan kombinasi sensor kesehatan yang kian canggih, desain premium, dan kecerdasan buatan yang dioptimalkan, Galaxy Watch9 dan Ultra2 siap memperkuat posisi Samsung di pasar jam tangan pintar Indonesia. Bagi konsumen yang mencari asisten kesehatan personal di pergelangan tangan, kedua model ini menawarkan nilai yang sulit diabaikan.
Comments (0)