Life Style

Seni Arsitektur Hunian Kompak yang Menuai Apresiasi Dunia

berdiri-di-atas-sebidang-lahan-dengan-luas-60-meterpersegi_201113225339-553.jpg


Dengan lahan terbatas, pemanfaatan ruang harus dilakukan maksimal

TERDEPAN.id JAKARTA–Memaksimalkan fungsi bangunan yang berdiri diatas lahan sempit memang membutuhkan sentuhan kreatifitas tinggi dalam rancang bangun. Sehingga hasil yang didapat adalah sebuah hunian yang mampu memenuhi keinginan pemiliknya meski berdiri diatas lahan terbatas.


Pemikiran ini tersirat pada unit Linaya Community living yang dirancang untuk mampu mengakomodir ruang yang dibutuhkan sebuah keluarga. Meski berdiri di atas sebidang lahan dengan luas 60 meterpersegi, Unit rumah ini dirancang dengan konsep hunian kompak sehingga dapat memiliki tiga kamar tidur plus satu kamar asisten rumah tangga (ART), dua kamar mandi, area ruang keluarga dan ruang makan, serta rooftop cantik-sebuah fasilitas istimewa yang sangat jarang dimiliki unit rumah compak lainnya di Indonesia. 


“Kami sadar betul dengan memiliki luasan lahan yang sangat terbatas, pemanfaatan setiap jengkal ruang harus dimanfaatkan secara maksimal,” ujar Angga Sadikin, Chief Operation Officer Delution Land, pengembang Linaya Community dalam keterangan tertulisnya Jumat (13/11). Hal  serupa juga diterapkannya untuk memaksimalkan desain interiornya sehingga setiap unit rumah yang berkonsep rumah kompak ini dirancang untuk memiliki sirkulasi udara dan pencahayaan alami yang baik.


Konsep rumah kompak ini memang sangat terlihat dari pemanfaatan ruang dalam rumah. Seperti meja makan yang dapat dilipat hingga tangga yang didesain melingkar untuk menghemat ruang namun tetap menonjolkan unsur estetika. “Berkat desain dengan pemanfaatan space seperti ini yang membuat unit rumah Linaya Community Living berhasil mendapat apresiasi dunia melalui penghargaan Architecture MasterPrize ini,” kata Angga.


Architecture MasterPrize merupakan sebuah ajang penghargaan internasional di bidang arsitektur, lanskap dan desain interior yang diprakarsai oleh Farmani Group yang berbasis di Los Angeles, Amerika Serikat. Linaya Community Living sendiri ditahbiskan sebagai pemenang setelah menyisihkan lebih dari 1500 proyek arsitektur lainnya di dunia. 


Delution Land masih memasarkan hunian di cluster perumahan 30 unit yang berlokasi di Ciputat, Tangerang Selatan itu. Konsep hunian perumahan ini cukup unik dan ikonik namun tetap humanis. Memiliki desain tampak yang berbeda serta turut dilengkapi dengan utilitas smart home system.  


 

BACA JUGA :  112 Tahun Peritiwa Tunguska, Ledakan Terbesar di Dunia





Sumber

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Ke Atas