Ekonomi

Survei: Kerja Jarak Jauh, 23 Juta Penduduk AS akan Pindah

pekerja-kantoran-ilustrasi-_180101120303-744.jpg


Pandemi membuat orang Amerika pindah ke tempat yang tidak terlalu ramai dan murah.

TERDEPAN.id, OAKLAND — Survei yang dirilis Upwork menunjukkan 14 juta hingga 23 juta penduduk Amerika Serikat (AS) mulai berencana untuk pindah dari kota-kota besar. Karena, mereka lebih suka bekerja dari jarak jauh, khususnya dari daerah yang tidak terlalu ramai dan lebih murah.


Tren ini tidak mengherankan karena pandemi Covid-19 telah membuat mereka takut bepergian menggunakan angkutan umum dan bekerja di kantor yang padat. Namun, kepala ekonom Upwork Adam Ozimek mengatakan jumlah yang besar itu sungguh mengejutkan.


Menurut Ozimek, sekitar 20.000 orang telah berpartisipasi dalam survei tersebut. Hasil dari tiga survei menunjukkan 6,9 persen hingga 11,5 persen rumah tangga berencana pindah karena bisa bekerja jarak jauh.


Dari mereka yang berencana pindah, 20,6 persen saat ini berada di kota besar, 41,5 persen bergerak lebih dari empat jam, dan 13,2 persen pindah dua hingga empat jam lagi. Upwork membantu menghubungkan bisnis dengan freelancer di seluruh dunia.


Beberapa perusahaan teknologi, termasuk Facebook, Twitter, Square, Dropbox, dan Stripe, telah memberi karyawannya opsi untuk memilih pekerjaan jarak jauh secara permanen. Tapi, di antaranya perlu melakukan pemotongan gaji terhadap mereka yang meninggalkan kota.


Awal pekan ini, Glassdoor, sebuah situs pekerjaan dan perekrutan, meluncurkan kalkulator yang menunjukkan bagaimana geografi dapat memengaruhi pembayaran dalam jangka panjang. Misalnya, pekerja yang meninggalkan San Jose dan San Francisco dapat menghadapi penurunan gaji rata-rata sebesar 24,6 persen dan 21,7 persen.


Kepala Ekonom Glassdoor, Andrew Chamberlain mengatakan dia yakin kota akan mempertahankan produktivitas yang lebih tinggi berkat pertukaran ide aktif yang akan terus membayar lebih tinggi. “Orang-orang menarik persediaan modal mereka dari hubungan yang terakumulasi sebelumnya,” kata Chamberlain dikutip dari Reuters, Jumat (30/10).


“Sangat sulit untuk membangun kembali modal hubungan baru dalam bekerja dari lingkungan rumah dengan orang-orang yang belum pernah Anda temui. Sulit untuk menciptakan kebetulan,” imbuhnya.

sumber : Reuters

BACA JUGA :  Pakar: Industri Perunggasan RI Wajib Ditata Ulang





Sumber

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Ke Atas