Ekonomi

Inkoppas Dorong Perubahan Minyak Goreng Curah Jadi Kemasan

Inkoppas Dorong Perubahan Minyak Goreng Curah Jadi Kemasan


Pengemasan minyak goreng curah akan memudahkan sistem penjualan dan ringankan biaya.

TERDEPAN.id, JAKARTA — Induk Koperasi Pasar (Inkoppas) mendorong adanya perubahan mekanisme penjualan minyak goreng dari curah menjadi kemasan sederhana. Langkah itu dinilai akan memudahkan sistem penjualan dan meringankan beban biaya yang harus dikeluarkan oleh pedagang.


“Itu adalah salah satu yang harus dilakukan oleh menteri perdagangan yang baru,” kata Sekretaris Jenderal Inkoppas, Ngadiran, kepada TERDEPAN.id, Kamis (16/6/2022).


Ia menjelaskan, penjualan minyak goreng curah yang harganya dipatok Rp 14 ribu per liter saat ini hanya memberikan keuntungan yang kecil. Padahal, beban biaya yang harus dikeluarkan besar.


“Misal plastik itu harus dua lapis supaya tidak mudah pecah, belum untuk karet, bayar ongkos kerja kuli yang menimbang. Sedangkan marginnya hanya Rp 1.000 per liter (modal Rp 13.000 per liter). Ini tidak adil buat pedagang,” katanya.


Di sisi lain, perdagangan minyak goreng curah rentan akan penyelundupan bahkan dipalsukan sebagai minyak kemasan yang berharga lebih tinggi. Faktor kesehatan dari minyak curah juga perlu menjadi perhatian bagi pemerintah.

BACA JUGA :  Perceraian di China turun 70 persen sejak kebijakan masa tenang


Karenanya, Ngadiran mengatakan, Inkoppas sangat mendukung jika pemerintah bisa merealisasikan wajib kemasan untuk minyak goreng curah saat ini.


Meski demikian, Ngadiran menilai butuh keberanian dari pemerintah untuk melakukan langkah itu. Pemerintah harus bersikap tegas terhadap kebijakan minyak goreng dan memastikan para pabrikan menyuplai pasar domestik terlebih dahulu.


“Penentu kebijakan tidak boleh takut dengan oligarki dan rakyat yang dijadikan korban,” katanya.


Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, saat mengunjungi Pasar Cibubur, Jakarta Timur pada Kamis (16/6/2022), menuturkan mengaku akan mengkaji kemungkinan pengemasan minyak goreng curah dengan kemasan sederhana. Menurutnya langkah itu akan lebih memudahkan proses distribusi sekaligus menjamin kesehatan masyarakat.


“Model distribusi minyak goreng curah dengan jeriken itu mudah bocor (tercecer) lalu dipacking dengan kantong plastik itu juga tidak sehat,” kata dia.


Menurutnya, pendistribusian minyak goreng curah dengan dikemas secara sederhana dari pabrik akan lebih memudahkan dalam proses distribusinya. Hanya saja, ia mengaku untuk menerapkan itu pun tidak mudah.


Harga minyak goreng curah saat ini dipatok sebesar Rp 14 ribu per liter atau Rp 15.500 per kg. Zulhas menuturkan, untung yang diterima pedagang dalam menjual minyak curah tak besar. Sementara, ia menyebut jika ingin mengubah curah dengan kemasan sederhana terdapat tambahan biaya kemasan sekitar Rp 500 per per liter.

BACA JUGA :  Xian batasi pergerakan warga saat Shanghai bersiap pulih


“Nah dari mana (yang menanggung biaya kemasan) itu? Untung (pedagang) sudah kecil masa pedagang (yang menanggung). Nanti kita pikirkan, kita akan rapat,” katanya.


Lebih lanjut, Zulkifli menilai pangkal masalah minyak goreng curah curah yang tak kunjung usai ada pada proses distribusi. Karena itu, menurutnya perlu solusi untuk mengatasi masalah-masalah distribusi agar nantinya pasokan stabil dan harga terjangkau diterima masyarakat.


Ia pun menegaskan, rencana mengemas minyak goreng curah dengan kemasan sederhana bukan berarti meniadakan minyak curah dengan harga Rp 14 ribu.


“Jadi bukan dihapus, tapi kita mencoba usaha yang lebih bagus. Mungkin kemarin yang terbaik pakai curah tapi kan kita dikasih akal, mungkin jalan keluarnya dengan kemasan sederhana,” ucapnya. 





Sumber
Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

nine + seven =

Trending

Ke Atas