Ekonomi

Libur Panjang Sebabkan Mobilitas di Pusat Belanja Meningkat

002912800-1605189901-830-556.jpg


Aktivitas di tempat belanja kebutuhan sehari-hari meningkat 0,3 persen dari normal.

TERDEPAN.id, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, minat masyarakat untuk berbelanja sudah mulai pulih kembali seperti kondisi normal pada bulan lalu. Bahkan, saat libur panjang pada akhir Oktober, aktivitas di tempat belanja melebihi kondisi normal.


Berdasarkan data BPS yang diolah dari Google Mobility Index, aktivitas di tempat belanja kebutuhan sehari-hari pada libur panjang akhir bulan lalu mencapai 0,3 persen dari kondisi normal (7 Januari-6 Februari). Level tersebut naik dibandingkan September yang masih di minus 2,3 persen.


Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto  menjelaskan, libur panjang perayaan Maulid Nabi pada akhir Oktober berperan besar dalam peningkatan tersebut. “Ini akan mempengaruhi aktivitas masyarakat,” ucapnya dalam konferensi pers virtual, Senin (16/11).


Tempat belanja kebutuhan sehari-hari merupakan satu dari dua titik yang sudah berada di atas level normal pada bulan lalu dibandingkan September. Tempat lain yang mengalami tren serupa adalah rumah. Levelnya mencapai 9,9 persen di atas normal, meskipun lebih rendah dari bulan-bulan sebelumnya.


Di tempat lain, seperti taman dan tempat transit, tingkat mobilitas masih menunjukkan tren negatif atau berada di bawah posisi normal sebelum Working From Home (WFH). Sebut saja di tempat perdagangan ritel dan rekreasi yang berada di level 17,8 persen di bawah normal. Level ini bahkan lebih rendah dibandingkan September.


Begitupun dengan situasi di taman yang tingkat mobilitasnya berada di level 7,5 persen di bawah kondisi normal. Tapi, situasi ini membaik dibandingkan minus 10,4 persen pada September karena terjadi lonjakan jumlah kunjungan ke taman pada peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober. “Meningkat hingga 10 persen dibandingkan kondisi normal,” kata Setianto.


Kenaikan mobilitas juga terlihat di tempat transit yang sempat terkontraksi dalam pada September hingga 36,0 persen. Level pada bulan lalu adalah 32,3 persen di bawah kondisi normal. Setianto mengatakan, penetapan libur panjang akhir Oktober mengakibatkan peningkatan aktivitas di sektor transportasi, yakni bandara, terminal dan stasiun.


Sementara itu, aktivitas di tempat kerja juga mengalami penurunan dari minus 18,9 persen pada September menjadi minus 23,1 persen pada Oktober. Libur panjang menyebabkan karyawan yang masih kerja dari kantor (Work From Office/ WFO) menjadi tinggal di rumah atau pergi ke tempat lain.

BACA JUGA :  Kerjasama dengan KPK, PLN Selamatkan Aset Rp 960 Miliar





Sumber

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Ke Atas