Ekonomi

Mahaka Radio Perkuat Konten Digital

Mahaka Radio Perkuat Konten Digital


MARI terus mengembangkan berbagai konten audio dan platform digital yang dimilikinya

TERDEPAN.id, JAKARTA — PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) akan fokus memperkuat bisnis digital pada tahun ini. Hal tersebut merupakan upaya perseroan dalam menghadapi situasi di masa pasca pandemi nantinya.

MARI terus mengembangkan berbagai konten audio dan platform digital yang dimilikinya yaitu Noice. Kehadiran konten ini disebut membuka peluang bagi MARI untuk memperluas jangkauan pasar melebihi area jangkauan siaran radio frekuensi modulasi.

“Masa pandemi ini tidak menjadi penghalang bagi tim MARI untuk berkreasi. Sejak Juni lalu grup MARI telah menelurkan program baru bertajuk Ini Normal yang mengedepankan konsep siaran bersama 15 penyiar radio yang disiarkan serentak di 6 radio dan platform digital,” kata Direktur Utama MARI, Adrian Syarkawi, Rabu (19/8) lalu.

BACA JUGA :  Bank Mandiri Rilis E-Money Edisi Khusus Nusantara

Model bisnis yang dilakukan MARI ini berdampak sangat positif terhadap kinerja finansial perseroan. MARI berhasil mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 149,90 miliar dan laba komprehensif tahun berjalan sebesar Rp31,04 miliar untuk 2019.

Dalam rangka memperkuat bisnis digital, Adrian mengatakan, perseroan akan menahan perolehan laba tahun 2019 untuk modal pengembangan digital. Adrian mengatakan pengembangan aplikasi Noice membutuhkan biaya yang cukup besar.

“Kita melakukan banyak ekspansi di 2019, ada biaya pengembangan aplikasi Noice, biaya promosi dan biaya konten. Ekspansi ini banyak memakan biaya,” kata Adrian.

BACA JUGA :  Komisi II DPR Minta KPU Minta Fatwa MA terkait Putusan PTUN

Direktur MARI Maria Natalina Sindhikara mengakui pandemi Covid-19 telah berdampak buruk terhadap bisnis perseroan. Menurutnya, hingga saat ini pandemi Covid-19 telah membuat pendapatan MARI turun hingga 30 persen.

“Pendapatan paling drop itu sekitar April dan Mei tapi setelah memasuki bulan Juli sempet naik lagi,” kata Lina.

Lina memperkirakan potensi penurunan akibat pandemi Covid-19 masih berpeluang untuk bergerak turun. Namun, Lina berharap penurunan pendapatan perseroan hingga akhir tahun ini tidak lebih dari 20 persen.





Sumber
Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 + 1 =

Trending

Ke Atas