Sport

Nadal merasa janggal dengan ketidakhadiran hakim garis

2020-11-17T164648Z_1618052510_UP1EGBH1AM0KY_RTRMADP_3_TENNIS-ATPFINALS.jpg


Ada berbagai visi olahraga, tapi bagi saya, saya kurang suka tanpa hakim garis

Jakarta (ANTARA) – Rafael Nadal mengaku merasa janggal dengan ketidakhadiran hakim garis saat bertanding seperti yang ia rasakan di ATP Finals tahun ini ketika pengawas jatuhnya bola di lapangan itu digantikan sepenuhnya oleh teknologi mata elang.

“Saya tidak ingin menimbulkan kontroversi, tapi saya pikir lapangan tradisional dengan hakim garis terlihat jauh lebih baik,” kata pria Spanyol berusia 34 tahun itu seperti dikutip Reuters setelah kekalahan 7-6 (7), 7-6 (4) dari Dominic Thiem Selasa waktu setempat.

Penonton bukanlah satu-satunya hal yang dihilangkan dari ATP Finals tahun ini yang diadakan di London untuk ke-12 kali ini. Perubahan yang dipaksa oleh pandemi COVID-19 juga termasuk tidak adanya hakim garis dan keputusan bola masuk atau keluar secara otomatis ditentukan oleh alat berteknologi lensa mata elang (Hawkeye) tersebut.

Baca juga: Thiem kalahkan Nadal di ATP Finals

Hawkeye adalah fitur yang sudah populer untuk olahraga tenis sejak diperkenalkan pada AS Terbuka 2006. Olahraga lain, seperti bulu tangkis, kemudian juga menggunakannya.

BACA JUGA :  Angelique Kerber ingin ulang kesuksesan bersama mantan pelatih

Tanpa bermaksud menentang perkembangan teknologi pada kompetisi tenis profesional, Nadal mengatakan beberapa aspek olahraga tidak boleh berubah.

Penggunaan mata elang membuat tidak adanya ruang untuk kesalahan manusia, sehingga pemain juga tidak diberi kesempatan untuk memprotes.

Petenis nomor satu dunia Novak Djokovic mengatakan di French Open lalu bahwa hakim garis harus dibatalkan sama sekali, tetapi Nadal, meskipun menerima keadaan yang tidak biasa di London minggu ini, lebih memilih mereka untuk tetap ditempatkan di lapangan.

“Novak mengatakan hakim garis tidak diperlukan. Semua pendapat dihormati. Ada berbagai visi olahraga, tapi bagi saya, saya kurang suka tanpa hakim garis,” kata Nadal.

Baca juga: Nadal awali perburuan gelar ATP Finals dengan kemenangan atas Rublev

“Ini diterapkan di sini sehingga kami dapat beradaptasi dengan keadaan tetapi jika Anda bertanya kepada saya tentang masa depan, saya lebih memilih hakim garis. Memang benar olahraga tenis tidak mengubah banyak hal dalam 50 tahun terakhir, dibandingkan dengan sebagian besar olahraga… Saya tidak berpikir ini adalah cara untuk meningkatkan tontonan olahraga kami.”

BACA JUGA :  KSAD: Dari Pengadaan 20 Lab PCR, Baru Empat Terealisasi

Nadal mengatakan ‘elemen manusia’ di lapangan itu penting dan mengatakan bahwa jika hakim garis dicabut, langkah selanjutnya adalah mencopot wasit dari kursi juga.

“Teknologi itu ada, bisa jadi hanya kami berdua di lapangan jika kami mau,” katanya. “Tapi saya pikir sisi manusia memberi nilai lebih pada olahraga.”

Kekalahan Nadal dari Thiem membuat ia harus mengalahkan Stefanos Tsitsipas pada Kamis untuk tetap menghidupkan harapannya memenangi gelar ATP Finals untuk pertama kalinya dalam karirnya yang mengkilap.

Baca juga: Nadal satu grup dengan Thiem dan Tsitsipas di ATP Finals

Baca juga: Nadal bersiap hadapi ATP Finals setelah tampil “positif” di Paris

Pewarta: Dadan Ramdani
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2020



Sumber

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Ke Atas