Dunia

Pimpinan BUMN di Malaysia bertemu dubes baru RI


Kuala Lumpur (ANTARA) – Pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Malaysia melakukan pertemuan dengan Duta Besar RI di Kuala Lumpur yang baru, Hermono, dengan difasilitasi Atase Perekonomian di KBRI Kuala Lumpur, Selasa.

“Kuala Lumpur merupakan pos yang menantang dengan banyaknya pekerja migran, isu perbatasan, isu regional, ekonomi, termasuk soal yang sensitif,” ujar mantan Dubes RI di Madrid  tersebut.

Dia mengatakan kemungkinan pemerintah menunjuk dirinya karena dirinya sudah mengenali medan sehingga tidak perlu belajar lagi dan memang ada penugasan-penugasan khusus yang diberikan pemerintah terutama pelayanan paspor, konsuler dan lain-lain.

Sebelumnya Hermono pernah menjadi Wakil Dubes RI di Kuala Lumpur dan Sekretaris BNP2TKI.

“Kami diminta memperbaiki pelayanan. Kami sudah menyampaikan surat ke Dirjen Imigrasi agar lebih ke ‘IT based services’ apalagi dengan kondisi sekarang ada pembatasan pergerakan bagi warga sehingga bagaimana memberikan pelayanan yang ‘IT based’ tetapi ‘user friendly’,” katanya.

BACA JUGA :  MotoGP Andalusia tanpa Marc Marquez

Terkait dengan tugas tersebut pihaknya juga sudah menghubungi Mandiri Remittance tentang kemungkinan kaunter-nya dipakai untuk pendaftaran online.

“Jadi berbagai opsi sedang kita kaji. Bagaimana memperbaiki pelayanan mumpung sekarang ada pembatasan pergerakan,” katanya.

Dia mengatakan Kuala Lumpur memang memiliki isu pekerja migran  dan menjadi perhatian di Jakarta namun ekonomi juga menjadi prioritasnya.

“Bagaimana kita mengembangkan kerjasama ekonomi, perdagangan dan investasi. Situasi sekarang menantang sehingga harus lebih inovatif dan strategi pamasarannya diubah,” katanya.

Hadir pada kesempatan tersebut Presiden Direktur Mandiri International Remittance Sdn Bhd Lugiyem beserta jajaran, Country Manager Pertamina di Malaysia Geodi Naim, General Manager Garuda Indonesia di Kuala Lumpur Fredrik Kasiepo, Branch Manager PT Citilink Indonesia di Kuala Lumpur Moch Dikdik Mulyana, CEO Telin Indonesia Devy Siregar.

BACA JUGA :  Cek Fakta: Majalah Italia pada 1962 telah memprediksi kehidupan saat pandemi COVID-19?

Juga hadir perwakilan Kalbe Malaysia Sdn Bhd Asep Dasuki dan Supridawati dari Bank Muamalat Indonesia di Kuala Lumpur.

Sedangkan duta besar didampingi Atase Perekonomian Harry Irawan, Atase Imigrasi Mulkan Lekat, Korfung Konsuler Rijal Al Huda, Korfung Pensosbud Yoshi Iskandar dan Atase Perhubungan Capt. Supendi.

Baca juga: KNPI nilai Hermono layak jadi Dubes Malaysia

Baca juga: Farhan: Hermono diajukan sebagai calon Dubes Malaysia

Baca juga: 552 pekerja migran ilegal dipulangkan dari Malaysia

Pewarta: Agus Setiawan
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2020



Sumber

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Ke Atas