Ekonomi

Dirut BRI: Sektor Pertanian Jadi Tumpuan Lapangan Kerja

direktur-utama-bank-rakyat-indonesia-ir-sunarso_201103014221-257.jpeg


Ia mengatakan hal tersebut di acara IPB Awarding Day.

TERDEPAN.id, BOGOR — Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (Dirut BRI) Ir Sunarso  MSi turut memberikan sambutan pada Penutupan Dies Natalis ke-57 IPB University dan IPB Awarding Day 2020, Sabtu  (31/10). Di samping memberikan sambutan, ia juga mendapatkan penghargaan sebagai Alumni Inspiratif Aparatur BUMN dari IPB University.


Dalam sambutannya, dirut BRI yang juga merupakan alumnus IPB University tahun 1988 tersebut mengatakan sektor pertanian memiliki andil besar dalam menyejahterakan rakyat. Menurutnya, sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang membuka lapangan kerja terbanyak di Indonesia sehingga diperlukan dorongan berupa pembiayaan. Ia juga mengatakan bahwa fakta di lapangan masih banyak prosedur dan berbagai macam aspek yang harus diintegrasi dan disinkronisasi terkait pembiayaan bagi investasi perkebunan.


“Dari fenomena tersebut saya mendapatkan inspirasi bahwa sesungguhnya  untuk menyejahterakan rakyat dapat dilakukan dengan memberikan pekerjaan.Hal-hal yang perlu diatur adalah sinkronisasi dan simplifikasi perizinan,” ungkapnya dalam rilis yang diterima TERDEPAN.id.


Berdasarkan penelitiannya di tahun 2008,  saat harga minyak melambung tinggi, ia membuat kriteria-kriteria perizinan investasi yang bersifat clean and clear. Kriteria tersebut juga telah dimasukkan pada pusat-pusat pengambil keputusan. Usaha tersebut dilakukannya untuk mengundang investasi sebanyak-banyaknya agar lapangan pekerjaan di Indonesia semakin terbuka lebar.

BACA JUGA :  'Wajar BUMN Tagih Pencairan Utang Pemerintah Saat Ini'


“Sementara, bentuk sinkronisasi dan simplikasi perizinan tersebut diwujudkan dalam bentuk Undang-undang Cipta Kerja, yang walaupun sampai kini masih butuh penyempurnaan di sana-sini agaknya dapat menjadi usaha untuk menyejahterakan rakyat, ” jelasnya.


Sebagai direktur perusahaan pembiayaan berbasis gadai, ia juga menemukan bahwa masyarakat kelas bawah juga membutuhkan inspirasi untuk mendorong mereka menjadi entrepreneur. Ia menyarankan supaya masyarakat menabung emas. Melalui tabungan emas, masyarakat dapat melindungi asetnya dari fluktuasi nilai tukar mata uang yang tidak menguntungkan atau inflasi.


“Dengan tabungan emas itu banyak hal yang bisa diselesaikan antara lain memberikan kesempatan kepada masyarakat kecil untuk menabung sekaligus ada perlindungan nilai dari inflasi di dalamnya,” tambahnya.


Oleh karena itu ia menghimbau masyarakat tidak perlu takut untuk menabung dengan jumlah sekecil apapun karena akan ditransformasikan dalam bentuk gram emas tanpa takut tergerus inflasi.


Ia juga menyebutkan fakta bahwa sekitar 60 persen populasi Indonesia tidak akan lagi tinggal di desa. Karena sebagian besar desa akan berubah menjadi kota dan pencemaran lingkungan dikhawatirkan akan semakin meningkat. Dengan demikian diperlukan pemberdayaan berupa peningkatan kapasitas manusia untuk meningkatkan kesadaran terhadap kelestarian lingkungan.

BACA JUGA :  Google akuisisi perusahaan kacamata AR


Menurutnya, peningkatan kapasitas tersebut dapat  berupa program revitalisasi sungai yang dimulai dari pendidikan masyarakatnya. Ia mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan grand design dalam penataan ruang ke depannya.


Di akhir sambutannya, Sunarso juga menyinggung kondisi ekonomi nasional. Kondisi perekonomian yang saat ini yang terkontraksi dapat menyulitkan Indonesia untuk memulihkan perekonomian bangsa bila hanya mengandalkan sektor bisnis semata. Menurutnya, unit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dapat menjadi bagian dari kebangkitan ekonomi dengan bantuan atau stimulus.


Namun, ia mengatakan bahwa terdapat beberapa kendala berupa ketersediaan dana, keakuratan data penerima stimulus, sistem penyaluran yang tidak efektif dan kredibel serta kurangnya komunikasi people to people.


Dengan jabatannya sebagai pemimpin organisasi keuangan yang besar, ia ingin  mengerahkan usahanya untuk membantu mengatasi tiga masalah dari empat kendala tersebut. Ia juga mengatakan kepercayaannya pada IPB University sebagai kampus yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan ide, karya, dan orang-orang besar dapat juga mengambil andil untuk mengatasi permasalahan tersebut.





Sumber

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Ke Atas