Ekonomi

Indonesia Berpotensi Manfaatkan Relokasi Usaha dari China

karyawan-bekerja-di-tempat-perakitan-mobil-di-pabrik-dongfeng_200416195006-816.jpg


Perekonomian global saat ini masih diwarnai ketegangan – AS dan China.

TERDEPAN.id, JAKARTA — Ekonom Australian National University dan Anggota Dewan Pengawas Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Arianto Patunru menyebut bahwa Indonesia sangat berpotensi memanfaatkan momentum relokasi sejumlah usaha dari China. Oleh karena itu, Arianto memandang perlunya melanjutkan reformasi di bidang industri, perdagangan, serta investasi.

BACA JUGA :  Bank QNB Indonesia Dapat Suntikan Modal 30 juta dolar AS

“Relokasi kegiatan usaha seperti ini sebenarnya berita baik bagi negara seperti Indonesia. Namun kita bersaing dengan negara-negara seperti Vietnam,” kata Arianto dalam webinar yang digelar CIPS bertajuk ‘Menjaga Kinerja Sektor Industri Selama Pandemi Covid-19’, Jumat (5/6).

Indonesia, lanjut dia, perlu menunjukkan keterbukaannya terhadap investasi asing kepada dunia internasional. Salah satunya lewat penyederhanaan regulasi dan pelonggaran berbagai hambatan.

BACA JUGA :  BRI Syariah Salurkan Rp 449,9 Miliar Dana PEN

Arianto memaparkan, walaupun perang dagang sudah mereda, perekonomian global saat ini masih diwarnai ketegangan – Amerika Serikat dan China. “Kita melihat adanya ‘de-China-isasi’ di mana, banyak perusahaan multinasional memindahkan sentra usaha mereka dari China ke negara lain,” papar Arianto.

Jepang, lanjutnya, bahkan memberi insentif untuk perusahaan-perusahaan mereka untuk melakukan relokasi seperti ini.

sumber : –





Sumber

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Ke Atas