Nama Disabilitas Netra Asal Sinjai Diabadikan di Masjid Madinah
SINJAI, SULAWESI SELATAN — Sebuah kabar mengharukan datang dari Kabupaten Sinjai. Seorang penyandang disabilitas netra asal daerah ini akan mendapatkan keh
SINJAI, SULAWESI SELATAN — Sebuah kabar mengharukan datang dari Kabupaten Sinjai. Seorang penyandang disabilitas netra asal daerah ini akan mendapatkan kehormatan luar biasa: namanya diabadikan di salah satu sudut Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusinya dalam bidang keagamaan serta perjuangannya menginspirasi sesama penyandang disabilitas.
Sosok Inspiratif dari Tanah Bugis
Sosok yang dimaksud adalah H. Muhammad Yusuf (58), seorang tunanetra yang telah menghabiskan lebih dari tiga dekade hidupnya mengajar Al-Qur'an braille kepada ratusan penyandang disabilitas netra di Sulawesi Selatan. Meski mengalami kebutaan total sejak usia 12 tahun akibat glaukoma, Yusuf tak pernah surut semangat menebar manfaat.
"Saya tidak pernah menyangka nama saya akan diabadikan di tempat semulia Masjid Nabawi. Ini bukan tentang saya pribadi, tapi tentang bagaimana Islam memuliakan setiap hambanya tanpa memandang kondisi fisik," ujar Yusuf dengan suara bergetar saat ditemui di kediamannya, Selasa pagi.
Kronologi Penghargaan
- Awal 2023: Yusuf menerima penghargaan Santri Tunanetra Teladan dari Kementerian Agama RI atas metode pengajaran Al-Qur'an braille yang ia kembangkan.
- Juni 2023: Kisahnya viral setelah sebuah video ia mengajar 30 santri tunanetra secara sukarela diunggah ke media sosial.
- September 2023: Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta menghubungi MUI Sulsel untuk menjajaki pemberian apresiasi khusus.
- Januari 2024: Keputusan resmi turun: nama H. Muhammad Yusuf akan diukir pada plakat di area Maktabah Al-Haram (Perpustakaan Masjid Nabawi) bersama tokoh-tokoh Muslim inspiratif dunia.
- April 2024: Rencananya, Yusuf akan diundang langsung ke Madinah untuk prosesi peresmian plakat tersebut.
Makna di Balik Penghargaan
Menurut Ketua MUI Sulawesi Selatan, Prof. Dr. KH. Najamuddin Abd. Safa, penghargaan ini bukan sekadar simbolis. "Masjid Nabawi memiliki tradisi mengabadikan nama-nama tokoh yang berkontribusi luar biasa bagi umat. Nama H. Muhammad Yusuf akan ditempatkan di perpustakaan masjid, tempat yang setiap hari dikunjungi ribuan jemaah dari seluruh dunia. Ini adalah pengakuan global atas perjuangan beliau," jelasnya.
- Jumlah santri yang telah diajar: 1.200+ penyandang disabilitas netra sejak 1990
- Metode khusus: "Braille Qur'an Terpadu" — menggabungkan sentuhan taktil dan audio murottal
- Penghargaan sebelumnya: Kalpataru 2018, Anugerah Aksara 2020, Santri Teladan Nasional 2023
Inspirasi bagi Generasi Muda
Kisah Yusuf menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan fisik bukanlah halangan untuk meraih pengakuan dunia. Pemerintah Kabupaten Sinjai pun berencana membangun pusat pelatihan Al-Qur'an braille yang dinamai sesuai nama beliau sebagai bentuk penghormatan lokal.
"Kami berharap generasi muda Sinjai, khususnya penyandang disabilitas, terpacu untuk terus berkarya. Nama Pak Yusuf kini abadi di Madinah — itu pencapaian yang luar biasa," ujar Bupati Sinjai dalam keterangan persnya.
Keberangkatan Yusuf ke Madinah dijadwalkan pada pertengahan April 2024, didampingi keluarga dan perwakilan MUI. Publik Tanah Air pun menantikan momen bersejarah ini sebagai kebanggaan nasional yang menyentuh hati.
[SOCIAL_TWEET]: Subhanallah! Nama penyandang disabilitas netra asal Sinjai, H. Muhammad Yusuf, akan diabadikan di Masjid Nabawi, Madinah. Beliau mengajar Al-Qur'an braille untuk 1.200+ santri tunanetra. Kisah luar biasa! 🕌✨ #DisabilitasBerprestasi #MasjidNabawi #InspirasiIslam[SOCIAL_TG]: 🕌✨ Nama disabilitas netra asal Sinjai, H. Muhammad Yusuf, segera diabadikan di Masjid Nabawi, Madinah! Pengajar Al-Qur'an braille untuk 1.200+ santri ini dapat penghargaan luar biasa. Masya Allah!
Comments (0)